Prajurit TNI yang Sebar Berita Bohong Masih Dirawat, Panglima Sampaikan Ini

Kamis, 3 September 2020 20:44

Suasana mencekam di Polsek Ciracas saat peristiwa berlangsung.

FAJAR.CO.ID — Hingga kini, belum jelas apa motif Prada Muhammad Ilham menyebarkan informasi bohong yang memantik rekan-rekannya bertindak di luar kendali pada Sabtu dini hari (29/8/2020) lalu.

Insiden yang mengakibatkan dua anggota polisi mengalami luka dan harus dirawat di rumah sakit.

Menurut Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, itu masuk materi penyidikan yang tengah dilakukan Puspomad bersama Puspom TNI. Dia juga menyampaikan bahwa Ilham masih dirawat di rumah sakit.

“Belum stabil sehingga belum bisa memberikan informasi,” ujarnya, saat menyambangi Posko Pengaduan di Koramil 05/Kramat Jati.

Ilham masih dirawat lantaran luka di bagian kepala akibat terjatuh dari sepeda motor. Yang dia alami itu kecelakaan tunggal, tapi Ilham menyebut menjadi korban pengeroyokan.

Sebanyak 31 prajurit sudah diperiksa Puspomad. Sebanyak 12 di antaranya telah ditahan di rutan TNI.

Sementara itu, sesuai dengan arahan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, Kodam Jaya langsung menginventarisasi kerusakan akibat aksi oknum prajurit matra darat akhir pekan lalu. Menurut Dudung, sampai kemarin sudah ada 76 korban yang melapor. Dia memprediksi angka tersebut sangat mungkin terus bertambah.

Dudung menyampaikan itu lantaran sejumlah prajurit TNI-AD berkonvoi dari Arudina, Cibubur, sampai berulah di Polsek Ciracas. ’’Itu cukup jauh,’’ kata dia.

Semua pihak yang menjadi korban, lanjut Pangdam, dipersilakan untuk melapor kepada petugas di Koramil 05/Kramat Jati. Kodam Jaya membuka posko pengaduan di sana hingga tiga hari ke depan (5/9).

Karena itu, pihaknya belum bisa menghitung total kerugian akibat perusakan oleh oknum personel TNI-AD tersebut.

Kodam Jaya masih butuh waktu untuk menginventarisasi data yang dilaporkan para korban. Yang pasti, semua kerusakan bakal diperbaiki. Kerugian korban juga diganti.

Seperti yang disampaikan KSAD, kerugian itu menjadi tanggung jawab para pelaku. Meski demikian, TNI-AD menalangi dulu. Sebab, kerugian para korban perlu segera diganti. ’’Saya katakan, kami harus cepat dulu,’’ imbuhnya.

Dia memastikan, para pelaku tetap dibebani kewajiban mengganti semua kerugian akibat perbuatan mereka. “Ada mekanisme bagaimana dia (oknum prajurit TNI-AD) harus ganti (rugi),” kata jenderal bintang dua tersebut.

Meski belum semua korban melapor, Kodam Jaya mulai memperbaiki kerusakan pasca-aksi Sabtu dini hari (29/8) itu. “Dari awal sudah ada yang langsung kami perbaiki,’’ bebernya. Mulai kerusakan warung sampai kantor polsek.

Salah seorang korban bernama Aisyatul Ridho menyampaikan bahwa dirinya sudah mendapat ganti rugi Rp 15 juta. Uang itu diterima karena sepeda motor yang dia parkir di Polsek Ciracas ikut dibakar. “Saat saya tinggal pergi, terus ada kejadian seperti itu. Ya sudah, mau tidak mau,” imbuhnya.

Dia belum tahu sepeda motornya bisa diperbaiki atau tidak. “Karena kerusakan itu hampir 80 persen sampai 85 persen,” lanjut dia. (jpc)

Bagikan berita ini:
6
3
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar