Sebagian Retribusi Parkir di Gowa Tak Disetor, Diduga Mengalir ke Oknum Pejabat

ABE BANDOE/FAJAR Pengendara Melintas. Pengendara melintas di Bundaran Romang Polong, Jalan Sultan Hasanuddin Gowa, Rabu, 2 September. Banyak titik parkir di wilayah diduga tak setor retribusi.

Arifuddin menyodorkan data titik yang dipungut.Pasar Rakyat Sungguminasa ditarget menyetor retribusi parkir Rp 1,5 juta perbulan. Setahunnya Rp 18 juta. KFC Pallangga Rp1 juta perbulan, RS Thalia Panciro Rp 1,5 juta, dan Pasar MinasupaRp 4 juta perbulan. Selebihnya, menyetor Rp50 ribu hinggaRp500 ribu perbulan.

“Jukir ini dibawahi sama kolektor. Jumlahnya tiga orang. Mereka ini lah yang memungut. Kami hanya menerima setiapbulan,” ungkapnya.

Lelaki yang akrab disapa Andi Aco itu didampingi Kasi Terminal dan Perparkiran, Dinas Perhubungan Gowa, Hendra Sijaya. Menurutnya, pengutan pada retribusi parkir memang tidak maksimal. Petugasnya sangat minim.

“Kalau saja dikelola Perusda mungkin bisa maksimal. Karena itu lebih profesional,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua II DPRD Gowa, Andi Tenri Indah, menduga, ada kebocoran pendapatan pada retribusi parkir. Perhitungannya, bahkan sampai pada angka sekitarRp 700 juta-an bahkan lebih.

“Retribusi parkiran ini memang sangat rawan sekali.Bahkan, boleh dikatakan anggaran bocor. Banyak yang tidak disetorkan,” katanya. (rdi/dir)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...