Sebagian Retribusi Parkir di Gowa Tak Disetor, Diduga Mengalir ke Oknum Pejabat

ABE BANDOE/FAJAR Pengendara Melintas. Pengendara melintas di Bundaran Romang Polong, Jalan Sultan Hasanuddin Gowa, Rabu, 2 September. Banyak titik parkir di wilayah diduga tak setor retribusi.

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA — Setoran retribusi parkir diduga mengalir ke oknum pegawai dan pejabat Dinas Perhubungan (dishub) Gowa. Setoran banyak bocor.

Setiap tahun hanya Rp200 juta yang disetor ke kas pemda.Padahal penghasilannya mencapai Rp 600 jutaan. Artinya, Rp400 juta tidak disetorkan. Setiap juru parkir (jukir) menyetor uang rata-rata Rp 20 ribu perhari. Itu diserahkan ke petugas Dinas Perhubungan (dishub) Gowa.

“Saya jaga sore jam empat sampai jam tujuh malam pak. Kalau hari biasa itu saya dapat Rp50-60 ribu,” kata RM, jukir di Gowa,Rabu, 2 September.

Sementara hari ramai seperti Sabtu dan Minggu, pendapatannya mencapai Rp100 ribu. “Saya kan berdua di sini. Jadi bagi dua dari Rp20 ribu. Itu setiap hari disetor. Petugasnya datangambil,” ungkapnya.

Itu baru satu titik parkir. Jumlah titik parkir yang terdaftar dikabupaten Gowa sebanyak 88 lokasi. Jika setoran minimal Rp20 ribu per hari, penghasilan dalam setahun bisa mencapaiRp 633,6 juta.

Sementara Dishub Gowa hanya menyetor Rp200 juta ke kas daerah. Artinya, uang Rp433,6 juta tidak disetorkan.

Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana Dishub Gowa,Andi Arifuddin, mengatakan, penerimaan retribusiparkir semuanya telah disetorkan ke kas daerah. Pendapatannya memang hanya Rp200 juta.

“Memang banyak kebocoran. Karena kami itu menerima setoran perbulan. Bukan per hari,” kata Arifuddin saat ditemuidikantornya, kemarin.

Arifuddin menyodorkan data titik yang dipungut.Pasar Rakyat Sungguminasa ditarget menyetor retribusi parkir Rp 1,5 juta perbulan. Setahunnya Rp 18 juta. KFC Pallangga Rp1 juta perbulan, RS Thalia Panciro Rp 1,5 juta, dan Pasar MinasupaRp 4 juta perbulan. Selebihnya, menyetor Rp50 ribu hinggaRp500 ribu perbulan.

“Jukir ini dibawahi sama kolektor. Jumlahnya tiga orang. Mereka ini lah yang memungut. Kami hanya menerima setiapbulan,” ungkapnya.

Lelaki yang akrab disapa Andi Aco itu didampingi Kasi Terminal dan Perparkiran, Dinas Perhubungan Gowa, Hendra Sijaya. Menurutnya, pengutan pada retribusi parkir memang tidak maksimal. Petugasnya sangat minim.

“Kalau saja dikelola Perusda mungkin bisa maksimal. Karena itu lebih profesional,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua II DPRD Gowa, Andi Tenri Indah, menduga, ada kebocoran pendapatan pada retribusi parkir. Perhitungannya, bahkan sampai pada angka sekitarRp 700 juta-an bahkan lebih.

“Retribusi parkiran ini memang sangat rawan sekali.Bahkan, boleh dikatakan anggaran bocor. Banyak yang tidak disetorkan,” katanya. (rdi/dir)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...