1,5 Juta Tenaga Medis Dalam Bahaya

FOTO: AFP BAWA PETI MATI: Sejumlah tenaga medis berjalan menggunakan kendaraan mengampanyekan begitu bahayanya wabah Virus Corona (Covid-19) hingga menimbulkan korban jiwa yang tak sedikit khususnya di kawasan episentrum Jakarta, kemarin.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sedikitnya 1,5 juta tenaga medis yang kini tersisa menjadi tulang punggung penanganan wabah Virus Corona (Covid-19) di Indonesia. Dalam perjalannya, fakta jatuhnya korban meninggal hinga 100 orang itu menuntut pemerintah untuk meletakan konsentrasi itu pada garda terdepan.

Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Halik Malik, mengatakan 100 dokter dan tenaga medis yang meninggal karena terpapar virus corona dalam usaha penanganan pandemi. ”Ini alarm yang begitu keras. IDI telah memberikan ucapan bela sungkawa khusus untuk 100 sejawat yang gugur,” tutur Halik, Kamis (3/9).

Wafatnya 100 tenaga medis yang meninggal pun sempat mendapatkan tanggapan dari pakar epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman. ”Tenaga medis maupun dokter yang meninggal dunia akibat Covid-19 adalah kerugian besar bagi Indonesia,” ucapnya.

Berdasarkan data Bank Dunia, jumlah dokter di Indonesia terendah kedua di Asia Tenggara, yaitu sebesar 0,4 dokter per 1.000 penduduk. ”Nampak sekali terlihat jika secara kuantitas Indonesia hanya memiliki empat dokter yang melayani 10.000 penduduknya. Sehingga, kehilangan 100 dokter sama dengan 250.000 penduduk tidak punya dokter. Ini benar-benar pukulan,”kata Dicky.

Fajar Indonesia Network (FIN) juga melansir sebuah laporan yang dipublikasikan beberapa hari terakhir oleh organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Inggris. Dalam laman tersebut tingginya angak sebaran Covid-19 meluas bukan hanya pada negara dengan tingkat sekuriti yang ketat.

Komentar

Loading...