Awas! Kampanye Hitam Selama Pilkada, Timsus Polda Sulsel Mulai Bekerja

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Kombes Ibrahim Tompo

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kampanye hitam atau black campaign bisa saja muncul di setiap menjelang pemilihan. Apalagi di Pilkada 2020 ini.

Olehnya itu, aparat dari Polda Sulsel telah membentuk tim khusus (Timsus) untuk menindak segala pelanggaran, yang bisa saja merugikan pasangan calon lain dan berujung pidana.

Kampanye hitam sendiri bisa saja tersebar melalui perkembangan teknologi setiap sosial media.

“Pengawasannya sudah ada tim cyber yang memang mengawasi kondisi-kondisi (kampanye hitam) di medsos tersebut,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, Jumat (4/9/2020).

Kampanye hitam yang dapat merugikan pihak lain di antaranya kampanye yang menjelekkan calon, melalui sebaran foto dan video.

Tindakan itu bisa saja memecah persatuan di masa pemilihan ini. Juga bisa memicu selisih massa dalam jumlah besar.

Jika ditemukan hal demikian, pelanggar biasanya lebih dulu dikenakan Undang-undang Pemilu yang berlaku. Seperti diskualifikasi, dan lain sebagainya.

“Kalau misalnya terkait masalah pilkada murni, biasanya diselesaikan dulu lewat undang-undang Pemilu,” tambah perwira tiga melati ini.

Sementara itu, untuk pengerahan personel jelang Pilwalkot 2020 di kota berjuluk Anging Mammiri ini, Kombes Ibrahim belum berbicara banyak. Hanya saja menunggu jumlah TPS yang dibangun untuk dilakukan penjagaan.

“Pengamanannya dititikberatkan di TPS. Jumlah personelnya kita belum kita tentukan. Kalau hasil perhitungan TPS sudah ada, baru kita tentukan komposisi penempatan personel yang tepat,” jelas Ibrahim. (Ishak/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...