Dituding Provokasi Rakyat Sumbar, Handi Risza: Kami Sangat Menghargai Pak Jokowi

Jurubicara PKS, Handi Risza

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah pernyataan PDIP, yang menyebut Sumatera Barat berubah total setelah 10 tahun dikuasai PKS.

Partai berlambang bulan sabit kembar itu juga membantah memprovokasi masyarakat Sumbar tidak mendukung kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Demikian disampaikan Jurubicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Handi Risza kepada JawaPos.com, Jumat (4/9/2020).

“Kebijakan DPP PKS tidak pernah meminta kader PKS di mana saja untuk menolak kepemimpinan Pak Jokowi,” ujarya kepada JawaPos.com, Jumat (4/9/2020).

Sebaliknya, pihaknya sangat menghargai Jokowi.

“Kami sangat menghargai Pak Jokowi selaku kepala negara dan pemerintahan,” sambungnya.

Menurutnya, kritik terhadap pemerintahan dan Presiden Jokowi selama ini adalah sebuah hal yang wajar.

Apalagi, dalam iklim demokrasi, tidak melarang adanya kritik terhadap pemerintahan.

Dengan demikian, kata dia, fungsi check and balances berjalan dengan baik.

“Sangat wajar melakukan kritik yang konstruktif dan membangun, memperkuat check and balance kekuasaan di parlemen,” ujarnya.

Karena itu, ia membantah memprovokasi dan menghasut masyarakat Sumbar.

“Jadi sekali lagi, kami tidak punya masalah secara personal atau menghasut masyarakat,” katanya.

Sebaliknya, ia menyebut tuduhan PDIP itu terlalu menyudukan dan tidak ada buktinya.

Apalagi sampai PKS disebut menolak kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Jadi tuduhan memprovokasi masyarakat Sumbar agar menolak Pak Jokowi jelas tidak berdasar dan tendensius,” tandasnya.

Komentar

Loading...