Ramuan di Afghanistan Diklaim Sembuhkan Covid-19, Kementerian: Itu Campuran Narkotika

Mohammad Zaman mengaku pulih dari Covid-19 usai mengonsumsi obat herbal dari Hakim Alokozai (Ali M Latifi/Al Jazeera)

Seperti halnya warga Afghanistan lainnya, Zaman dan keluarganya menderita apa yang mereka yakini sebagai Covid-19 tanpa harus pergi ke rumah sakit. Awalnya Zaman dan keluarganya minum obat penghilang rasa sakit, buah, dan obat flu biasa.

“Kami mencoba segalanya, tidak ada yang berhasil sampai kami memutuskan cairan herbal dari Alokozai,” imbuh Zaman.

Alokozai yang mengklaim sebagai pencipta obat herbal itu berasal dari provinsi selatan Kandahar. Dia mengatakan Zaman adalah contoh nyata bagaimana cairan herbal miliknya, yang belum pernah melalui uji klinis resmi, mampu menyembuhkan penyakit Covid-19.

“Setiap orang yang kami berikan obat itu akan membagikannya untuk 50, 100 atau bahkan lebih di komunitas mereka,” sebut Alokozai. Namun, dia tidak memiliki bukti atas klaimnya tersebut.

Jumlah positif Covid-19 di Afghanistan berdasar Worldomerters per Jumat (4/9) sebanyak 38.288 kasus. Angka kematian 1.409 jiwa. Namun, para ahli mengatakan jumlahnya mungkin jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan.

Orang-orang pada umumnya menghindari pergi ke rumah sakit yang dikelola pemerintah dan swasta karena khawatir bahwa kepadatan yang berlebihan dan kurangnya sanitasi yang layak hanya akan membuat mereka semakin sakit. Pada awal wabah, hanya ada sedikit fasilitas yang mampu mendiagnosis penyakit dengan benar di setiap provinsi, tetapi pada pertengahan Juni, Kementerian Kesehatan Masyarakat mengizinkan semua lembaga swasta untuk membeli alat penguji Covid-19.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...