Ramuan di Afghanistan Diklaim Sembuhkan Covid-19, Kementerian: Itu Campuran Narkotika

Mohammad Zaman mengaku pulih dari Covid-19 usai mengonsumsi obat herbal dari Hakim Alokozai (Ali M Latifi/Al Jazeera)

Bulan lalu, Pemimpin Ombudsman Afghanistan, Ghizaal Haress, mengatakan negara itu memiliki 372 ventilator. Namun, di banyak provinsi, staf rumah sakit kurang pelatihan yang tepat dalam penggunaannya.

Kurangnya bantuan kelembagaan di negara yang terkenal dengan infrastruktur kesehatannya yang bobrok dan diperparah oleh perang selama lebih dari dua dekade membuat warga Afghanistan memilih cara lain dalam pengobatan. Salah satunya percaya pada ahli herbal seperti Alokozai. Padahal, Alokozai menurut pejabat kesehatan tidak lebih dari seorang penjual minyak ular.

Tak ingin makin membuat warga Afghanistan makin percaya obat herbal yang diklaim Alokozai, pemerintah setempat pada Juni lalu lewat kementerian kesehatan meminta penangkapan terhadap Alokozai.

Itu setelah tes yang dilakukan laboratorium yang dikelola pemerintah menemukan bahwa ramuan herbalnya ternyata kombinasi dari opium, papaverine, kodein, morfin, dan beberapa tumbuhan lain.

Pada konferensi pers, penjabat Menteri Kesehatan Masyarakat Afghanistan, Ahmad Jawad Osmani, mengatakan, pengobatan Alokozai tidak lebih dari campuran narkotika yang diproduksi secara lokal dan penggunaannya dapat menyebabkan peningkatan tingkat kecanduan narkoba.

Sementara itu, Masooma Jafari, wakil juru bicara Kementerian Kesehatan Masyarakat Afghanistan, mengatakan, kementerian tersebut dengan tegas menolak klaim Alokozai. (JPC)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...