Sebelum Diberikan ke Warga, 1,5 Juta Nakes Lebih Dahulu Divaksin

BUTUH TAMBAHAN: Para perawat di unit perawatan khusus gedung Rumah Sakit Penyakit Tropis Infeksi di RSUA saling membantu memasangkan alat pelindung diri. (Bangun Mukti for Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyiapkan 1,5 juta tenaga kesehatan (nakes) yang diterjunkan saat imunisasi vaksin massal. Mereka terdiri atas dokter, perawat, dan bidan.

“Selain itu, akan ada tim khusus dalam Satgas Penanggulangan Covid-19 yang bertugas untuk menilai vaksin. Tim tersebut bekerja sama dengan IDI dan Kemenkes (Kementerian Kesehatan),” kata Ketua Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir setelah berkoordinasi dengan IDI dan PPNI kemarin (3/9).

Pemerintah memang menargetkan awal tahun depan imunisasi vaksin Covid-19 bisa dimulai. Dan, Erick optimistis target itu terpenuhi.

Sebelum bertugas, terang Erick, 1,5 juta nakes tersebut harus divaksin terlebih dahulu. Itu merupakan bentuk proteksi karena merekalah yang menjadi garda depan. Apalagi, selama pandemi, telah lebih dari 100 dokter dan 69 perawat yang meninggal.

Setelah itu, baru dilaksanakan pemberian vaksin kepada masyarakat. Sayang, vaksin gratis hanya diberikan kepada segmen tertentu.

Erick mengaku belum menentukan skema apa yang diterapkan dalam pemberian vaksin Covid-19 secara gratis itu. Menurut dia, bisa saja BPJS Kesehatan digandeng dan data peserta penerima bantuan iuran (PBI) digunakan untuk menentukan penerima vaksin gratis tersebut. Sementara yang merasa mampu bisa membayar. “Tidak mendahulukan yang bayar. Namun, ada sinkronisasi jadwal,” katanya.

Komentar

Loading...