Sebelum Diberikan ke Warga, 1,5 Juta Nakes Lebih Dahulu Divaksin

BUTUH TAMBAHAN: Para perawat di unit perawatan khusus gedung Rumah Sakit Penyakit Tropis Infeksi di RSUA saling membantu memasangkan alat pelindung diri. (Bangun Mukti for Jawa Pos)

Erick menyatakan, pada tahap awal pemerintah berfokus memberikan vaksin kepada 70 persen penduduk Indonesia. Yang akan diberi vaksin adalah mereka yang berusia lebih dari 18 tahun.

Selain itu, Erick menyampaikan akan membekali tenaga medis. Terutama perawat yang bekerja di ICU (intensive care unit/ruang gawat darurat). Saat ini, menurut dia, jumlah perawat yang membutuhkan keahlian khusus terbatas.

Program tersebut diyakini Erick berhasil karena BUMN memiliki 70 rumah sakit. “Akan diatur kembali pedoman dan pelaksana di lapangan agar ada perbaikan dan kasus tenaga medis yang terdampak bisa ditekan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PB IDI Daeng M. Faqih menyatakan bahwa vaksin tahap pertama harus diselesaikan selama enam bulan. Alasannya, vaksin memiliki keterbatasan waktu dalam memberikan kekebalan. Paling cepat enam bulan.

“Nah, kalau tidak gotong royong, (pemberian vaksin pertama, Red) tidak terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah memberikan dukungan yang sama. Dia juga menyatakan bahwa rencana Erick meningkatkan ilmu perawat merupakan hal baik.

“Saat ini banyak perawat yang mengalami kelelahan karena bekerja jauh melebihi jam kerja normal,” katanya.

Sementara itu, ekonom Indef Aryo Irhamna menuturkan, pemerintah memerlukan anggaran minimal Rp75 triliun untuk pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi tahun depan. Kalkulasi tersebut berdasar perkiraan harga vaksin Sinovac yang mencapai USD30 atau sekitar Rp400 ribu per orang.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...