Setor Fulus, Bantuan Alsintan di Pinrang Baru Turun

Ilustrasi petani menggunakan alsintan (Dok. Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, PINRANG — Jika para petani ingin menerima bantuan alsintan (alat mesin pertanian) dari pemerintah rupanya tidak gratis. Perlu setor fulus dahulu, lalu bantuan bisa diperoleh.

Fakta itu diceritakan oleh salah satu petani di Kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang bernisial RH. Dia mengungkapkan, kalau sudah putus asa berharap bantuan alsintan dari pemerintah.

“Ini sudah rahasia umum, kalau mau dapat bantuan seperti traktor harus ada uang pendorong,” kesalnya, Kamis 3 September.

Ia mencontohkan, peristiwa tahun lalu sekitar bulan September. RH bilang, ada beberapa orang yang mendatanginya. Orang tersebut mengaku dirinya bisa meloloskan bantuan alsintan. Asalkan, mampu menyetor sejumlah uang.

“Itu hari ada orang datang ke rumah. Minta Rp80 juta, supaya keluar itu bantuan traktor roda empat. Beberapa orang. Ada yang bilang bantuan dari provinsi sama dinas pertanian di sini. Saya tolak lah. Namanya bantuan pemerintah masa diperjualbelikan begitu,” sergahnya dengan nada tinggi.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Pinrang, Hairuddin Bakri, mengungkapkan, pihaknya siap turun mengusut jika memang, ada petani yang melaporkan hal tersebut ke inspektorat.

“Nah itu kan bantuan ada macam-macam sumbernya. Ada dari pusat, provinsi, kabupaten, partai, dan pribadi. Wewenangkan kami jika skopnya kabupaten, asalkan ada yang melaporkan,” sarannya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Dan Hortikultura Kabupaten Pinrang Andi Tjalo Kerrang, menepis tudingan, kalau bantuan alsintan yang turun kepada petani harus ada uang setoran terlebih dahulu.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...