Soal Percakapan Penerimaan Uang, KPK Cecar Menantu Eks Sekretaris MA

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (tengah) usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai saksi untuk menantunya Resky, Rabu (10/6/2020). Nurhadi menjadi tersangka pasca ditangkap penyidik KPK terkait kasus suap dan gratiifikasi pengurusan kasus di Mahkamah Agung (MUHAMAD ALI/JAWAPOS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa menantu mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Rezky Herbiyono, pada Kamis (3/9) kemarin. Rezky dicecar penyidik KPK mengenai percakapannya dengan pihak lain, terkait kesepakatan penerimaan uang, yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait perkara di MA tahun 2011-2016.

“Penyidik mengkonfirmasi adanya beberapa komunikasi percakapan dalam barang bukti elektronik antara tersangka (Rezky Herbiyono) dengan berbagai pihak, yang diduga terkait kesepakatan penerimaan sejumlah uang,” kata Plt juru bicara penindakan KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (4/9).

Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono diduga kuat telah menerima sejumlah uang berupa cek dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. Rincian suap yang diberikan berupa sembilan lembar cek dengan total Rp 46 miliar.

Suap ditujukan agar Nurhadi menangani dua perkara yang melibatkan perusahaan Hiendra di MA. Adapun perkara yang ditangani pertama berasal dari kasus perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) atau PT KBN dan perkara perdata saham di PT MIT.

Nurhadi dan Rezky Herbiyono disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Komentar

Loading...