Teddy Sebut Gubernur Anies Bisa Didemo Berjilid, Ini Alasannya

Teddy Gusnaidi. (Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusnaidi mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa saja didemo atas kebijakannya menangani pademi virus corona atau Covid-19.

Terutama soal pemberian sanksi masuk peti mati bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker. Sanksi ini menurutnya bisa dianggap tak sesuai syariat Islam.

“@aniesbaswedan bisa di demo sampai berjilid julid, karena peti mati itu dianggap tidak islami. Anies bisa dituduh melakukan pengkafiran terang-terangan..,” tulisnya, di akun Twitternya, Jumat (4/9/2020).

Dia pun menantang kelompok yang selama ini getol memperjuangkan syariat Islam untuk mendemo atau bersuara atas kebijakan Pemprov DKI Jakarta itu.

“Kita tunggu manusia-manusia pemegang lisensi surga dan agama turun kejalan, demo Anies..,” ungkapnya.

Tak hanya Teddy, Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean juga menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang semakin mendunia atas ulah anak buahnya dalam menangani pandemi virus corona atau Covid-19.

Kata Ferdinand, ada media massa dari Jerman yang memberitakan tentang upaya pengendalian pandemi virus corona Covid-19 di Jakarta. Salah satu yang disoroti tentang pemberian sanksi masuk peti mati bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker.

“Anies makin mendunia, masuk tv Jerman.. Captionnya “bizarre Strafe” (hukuman yang aneh). Anies mendunia bukan karena prestasi kinerja, tapi karena kekonyolan kebijakannya,” kata Ferdinand menggunakan akun Twitter @FerdinandHaean3, Jumat (4/9/2020).(msn/fajar)

Komentar

Loading...