Tengku Zulkarnain: Penjual Diri, Rampok, Maling, Koruptor, Pengkhianat Bangsa, Penjual Negara

Tengku Zulkarnain. Foto: tangselpos/jpg

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain menyarankan Menteri Agama Fachrul Razi agar berbicara soal radikalisme dengan data.

Tengku Zul meminta Menag agar tunjukan bukti-bukti bahwa ada penghafal Alquran terpapar radikalisme atau teroris.

“Coba tunjukkan sudah ada berapa Hafizh Alquran yang radikal, apalagi jadi teroris bicara pejabat harus pakai data.” ujar Tengku Zul dikutip akum twitternya, Jumat (4/9).

Tengku Zul membandingkan dengan orang-orang yang tidak mendalami agama, banyak yang terlibat sejumlah kejahatan dan penyimpangan.

“Bandingkan dengan berapa banyak manusia yang tidak mendalami agama jadi penjual diri, rampok, maling, koruptor, homo, pengkhianat bangsa, penjual negara,” ujar Tengku Zul.

Dia menyarankan agar Menag melihat penggerebakan pesta gay sesama jenis di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Pesta Seks sesama jenis yg ditangkap Polisi kemarin, adakah yang Hafizh Al Qur’an dan Imam Masjid, terutama di masjid kantor Pemerintah.” Ucap Tengku Zul.

“Para koruptor yang kabur keluar negeri, adakah di antara mereka yang Hafizh al Qur’an atau Imam masjid? Yang disuap Djoko Tjandra ada yang Hafizh?” sambung dia.

Sebelumnya, Menag mengatakan, cara masuknya paham-paham radikalisme di aparatur sipil negara (ASN) bisa melalui Masjid-masjid.

Di Masjid itu kata Menag, biasanya dikirim anak-anak dengan penampilan bagus dan penghafal Aquran.

“Cara masuk mereka gampang, pertama dikirim seorang anak yang good locking, penguasaan bahasa arabnya bagus, hafiz (penghafal Alquran), mulai masuk, tiba-tiba jadi imam, lama-lama orang di situ bersimpati, diangkat jadi pengurus masjid, kemudian mulai masuk di Kementerian dan lain sebagainya.” Ujar Fachrul Razi. (fin)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...