Ingin Menang di Pilkada Serentak, DPP Harus Ambil Alih Kendali Golkar Sulsel

Risman Pasigai

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR – Kontestasi pilkada serentak di 12 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan menjadi ujian berat bagi Partai Golkar dibawah kepemimpinan Taufan Pawe.

Kepemimpinan serta struktur kepengurusan yang tidak jelas dan belum rampung hingga saat ini, membuat partai pemenang Pemilu di Sulsel diyakini akan kewalahan dalam menggerakkan mesin partai.

Apalagi menargetkan 60 persen kemenangan untuk 12 daerah yang berpilkada sesuai janji politik TP dalam pidatonya, pasca dipilih secara musyawarah dan mufakat oleh empat pesaingnya pada Musda ke 10 Golkar Sulsel di Jakarta 6-8 Agustus bulan lalu.

Target tersebut dipastikan sulit tercapai dengan kondisi roda organisasi kepartaian yang stagnan saat ini, ditambah lagi dengan gejolak akibat kesewanang-wenangan Ketua tim formatur dalam menentukan komposisi personalia kepengurusan baru tanpa melalui musyawarah dan mufakat bersama tim formatur lainnya.

Olehnya itu, Plt Ketua DPD II Golkar Kabupaten Sinjai, Muhammad Risman Pasigai meminta bahkan mendesak Ketum DPP Airlangga Hartarto turun tangan dan segera mengambil alih kendali Golkar Sulsel.

Termasuk segera mengambil langkah kongkrit menunjuk Plt Ketua Golkar Sulsel agar roda mesin organisasi berjalan dengan baik serta apa yang menjadi target partai untuk Pilkada serentak di Sulsel bisa terealisasi.

Penunjukan Plt itu lnjut MRP, akronim Risman Pasigai karena karena Ketua Golkar terpilih tidak memiliki legalstanding untuk menjalankan roda organisasi karena belum memiliki SK sah dari DPP, apalagi belum adanya pengurus yang dibentuk.

Komentar

Loading...