Joni dan Rini Dicambuk 100 Kali, Algojo Sempat Hentikan Cambukan, Ternyata…

Terhukum cambuk saat menjalani hukuman di halaman Masjid Agung Al Munawarah di Jantho, Aceh Besar, Jumat (4/9/2020). Foto: Antara Aceh/M Haris SA

FAJAR.CO.ID, ACEH BESAR — Wilayatul Hisbah (polisi syariah) Aceh Besar pada Maret 2020 menangkap Joni Rahmat Putra (22) dan Rini Putriani (21).

Pasangan nonmuhrim ini ditangkap saat berada di sebuah rumah toko di kawasan Baet, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, pada Maret 2020.

Majelis hakim memutuskan mereka bersalah melakukan jarimah zina dan dihukum masing-masing 100 kali cambuk.

Kejaksaan Negeri Aceh Besar mengeksekusi hukuman cambuk terhadap pasangan nonmuhrim tersebut di halaman Masjid Agung Al Munawarah, Kota Jantho, Aceh Besar, Jumat (4/9).Pelaksanaan hukuman cambuk tersebut menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Pasangan nonmuhrim yang dihukum cambuk masing-masing 100 kali tersebut yakni Joni Rahmat Putra (22) dan Rini Putriani (21).

Keduanya berstatus mahasiswa asal Kabupaten Aceh Selatan. Keduanya bersalah melanggar Pasal 33 (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 hukum jinayat.

Pelaksanaan hukuman cambuk tersebut disaksikan puluhan warga, Wakil Bupati Aceh Besar Tgk Husaini A Wahab serta kalangan pejabat Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Prosesi hukuman cambuk berlangsung di atas panggung dengan empat algojo, dua laki-laki dan dua wanita.

Sekarang Setiap algojo melaksanakan masing-masing 50 kali cambuk. Terhukum yang pertama dicambuk yakni Rini Putriani. Terhukum mampu menjalani hukuman dengan lancar.Sedangkan terhukum Joni Rahmat Putra berulang kali merasa kesakitan yang menyebabkan pencambukan beberapa kali dihentikan.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...