Langkah Pasha Ungu di Pilkada Sulteng Terhenti, Dukungan Parpol Tak Cukup

Anwar Hafid- Sigit Purnomo Said. Foto: tangkapan Youtube

FAJAR.CO.ID, PALU– Anwar Hafid- Sigit Purnomo Said secara resmi menyatakan tak bisa melangkah ke tahap pendaftaran bakal pasangan calon (Bapaslon) Gubernur dan Wakil Gubernur 2020 di KPU Sulawesi Tengah.

Alasannya, ketidakcukupan kursi sebagaimana dipersyaratkan KPU, yakni minimal 20 persen atau 9 kursi. Sementara Anwar-Sigit hanya mampu mengumpulkan 7 kursi.

Kepastian Bapaslon Anwar-Sigit tidak mendaftar di KPU Sulteng termuat dalam video yang beredar luas di media sosial, seperti di Facebook dan grup-grup Whatsapp.

Dalam video berdurasi 6 menit 13 detik itu, Anwar Hafid selaku bakal calon Gubernur Sulteng mewakili pasangan AS menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pejuang, relawan dan simpatisan Anwar-Sigit yang telah berupaya semaksimal mungkin mensosialisasikan pasangan yang mengusung tagline Semangat Baru Sulteng ini, sehingga bisa memperoleh elektabilitas tertinggi di antara bakal calon yang maju di Pilgub Sulteng 2020.

“Berdasarkan hasil survei yang dirilis beberapa lembaga survei, elektabilitas pasangan Anwar-Sigit selalu menempati urutan teratas,” kata mantan bupati Morowali dua periode ini.

Walau di berbagai lembaga survei menempatkan pasangan Anwar-Sigit di urutan teratas, kata Anwar, namun pasangan ini hanya mampu meraih 7 kursi dari 9 kursi yang dipersyaratkan untuk mengusung satu pasangan calon. Sehingga, pasangan Anwar-Sigit tak bisa mendaftar di KPU Sulteng.

“Tak ada lagi partai yang bisa mencukupkan persyaratan agar kami bisa mendaftarkan diri di KPU,” kata anggota DPR RI Dapil Sulteng ini.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar