Laporan Perusakan Ruang Rapat DPRD Makassar Diminta Dicabut

Aksi perusakan di ruang rapat DPRD Kota Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Aksi perusakan di ruang rapat DPRD Kota Makassar, berujung pada penahanan kader HMI Korkom Tamalate di jeruji besi Polrestabes Makassar.

Pihak anggota DPRD Makassar merasa dirugikan akibat aksi oknum mahasiswa itu, yang mengubrak-abrik beberapa fasilitas di ruang rapat itu.

Tak terima, akhirnya pihak dewan melapor ke aparat kepolisian untuk memeriksa dan memenjarakan 13 kader HMI atas aksi tersebut.

Bendahara HMI Korkom Tamalate, Abdul Faisal pun meminta kepada pelapor untuk mencabut laporannya atas penahanan 13 rekannya itu.

“Jadi kami berharap penuh bahwa DPRD Makassar cabut laporannya agar teman kami bisa dibebaskan. Karena perjuangan kami ini murni demi masyarakat terkait transparansi anggaran Covid-19,” katanya, Jumat (4/9/2020).

Pihaknya mengaku masih akan terus berkomunikasi dengan aparat Polrestabes Makassar, agar 13 rekannya yang kini tersangka dan ditahan bisa dibebaskan.

Kata dia, berkali-kali mereka berunjuk rasa meminta transparansi anggaran Covid-19, namun tak kunjung direspons oleh DPRD Kota Makassar.

Hingga akhirnya mereka nekat menginap di sana dan berharap pagi harinya bisa menggelar RDP dengan sejumlah dewan terkait. Namun itu sia-sia.

Sebelumnya, aksi anarkis tersebut disoroti oleh Anggota Komisi A, Kasrudi dan Azwar. Pengrusakan itu sangat disayangkan.

Namun itu juga akan menjadi evaluasi bagi pihak DPRD Kota Makassar, yang beberapa kali diminta menggelar RDP dengan mahasiswa HMI. Namun tidak dilakukan hingga perusakan tak terlelakkan.

Komentar

Loading...