Masyarakat Mesti Solid Hadapi Covid-19 dan Pilkada

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dampak Pandemi Covid-19 tidak saja ke sisi ekonomi dan pendidikan. Termasuk ke sektor politik dalam pilkada serentak ini. Kapuslitbang Konflik, Demokrasi, Hukum dan Humaniora LPPM Universitas Hasanuddin, Dr Sakka Pati, menyampaikan masyarakat harus tetap kuat dan solid menjaga keutuhan bangsa.

Dia mengatakan ancaman di wilayah politik bisa dilihat dengan lahirnya berbagai gerakan yang mengancam harmonisasi bangsa. Harapannya, perbedaan yang ada jangan sampai melemahkan jalannya pemerintahan hari ini.

“Justru kita harus bersama menguatkan pemerintah untuk keluar dari ujian Covid-19 ini,” kata Sakka dalam diskusi bertema Menjaga Harmonisasi Bangsa ditengah Pandemi Covid-19, Sabtu, 5 September 2020.

Tokoh agama, Dr Abdul Wahid mengatakan persepsi Covid-19 ini masih terbelah di masyarakat. Sekelompok orang masih menganggap ini bagian konspirasi sehingga mengabaikan protokol kesehatan. Jika terus dibiarkan, akan mengganggu stabilitas di tengah masyarakat.

“Mari kita kompak seluruh komponen bangsa bahwa masalah yang dihadapi ini hanya bisa selesai dengan bersinergi, Tanpa kekompakan maka yakin muncul disharmonisasi bangsa,” kata Abdul Wahid.

Sementara Ketua NU Kota Makassar, Dr Kaswad Sartono mengatakan pihaknya senantiasa mengimbau masyarakat menerapka protokol kesehatan terkait Covid-19, dan menyampaikan bahwa politik adalah seni dalam merebut proses kepemimpinan.

Muara dari semua itu adalah bagaimana menjaga harmonisasi dalam berbangsa dan bermasyarakat. Hal itu sudah diterapkan secara nasional, termasuk di Sulsel dan khususnya di Makassar. Dia mencontohkan hasil pemilihan legislatif 2019 lalu.

Komentar

Loading...