Misbakhun Minta Pemerintah Jangan Hanya Perhatikan Kaum Miskin

Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun-- istimewa

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Politisi Golkar Muhammad Misbakhun mengkritisi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pasalnya, Pemerintah selama ini hanya fokus menyasar masyarakat miskin dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Mereka mendapatkan insentif melalui berbagai program, seperti bansos tunai sebesar Rp 600 ribu per bulan.

Kemudian, BLT Desa sebesar Rp 600 ribu per bulan, subsidi listrik dan gratis listrik untuk daya 450 va, bantuan sembako.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan kartu prakerja untuk para pekerja yang terkena PHK, serta banpres produktif untuk usaha mikro dan usaha kecil yang sebesar Rp 2,4 juta.

Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR Misbakhun kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2020).

Oleh karena itu, Misbakhun juga meminta Pemerintah untuk memperhatikan kelompok masyarakat menengah ke atas.

“Yang harus diperhatikan pemerintah bukan hanya kalangan miskin saja. Tapi, kelompok masyarakat ekonomi menengah ke atas juga harus diperhatikan,” ujarnya.

Karena menurutnya, konsumsi rumah tangga yang selama ini mendorong roda perekonomian nasional, justru ditopang oleh kelompok masyarakat menengah ke atas.

“Kelompok menengah ke atas ini justru baru menetas dan berusaha tumbuh tetapi terpaksa menghadapi ujian pandemi,” tuturnya.

Untuk itu, anak buah Airlangga Hartarto ini mengatakan, agar pemerintah juga memprioritaskan nasib kehidupan masyarakat menengah ke atas.

Komentar

Loading...