Pernyataan Puan Maharani Berpolemik, Jagoan PDIP-Demokrat ini Tetap Mesra

Paslon Bupati-Wabup Solok Iriadi Dt Tumanggung-Agus Syahdeman. (For JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, SOLOK– Dinamika politik di Sumatera Barat (Sumbar) berubah begitu cepat pasca hebohnya pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Perubahan eskalasi politik itu di tingkat provinsi. Sementara di kabupaten dan kota belum terlihat.

Di tingkat provinsi, pasangan calon (paslon) Mulyadi-Ali Mukhni mengembalikan dukungan PDIP. Namun di tingkat kabupaten tidak demikian. Contohnya di Kabupaten Solok. Di daerah ini PDIP mengusung paslon Iriadi DT Tumanggung dan Agus Syahdeman. Selain PDIP, paslon itu diusung juga oleh Partai Demokrat dan Hanura.

Cawabup Agus Syahdeman merupakan kader Partai Demokrat. Menurut dia, keresahan masyarakat Sumbar terhadap pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani diyakini tidak bakal berimpilikasi pada Pilkada Kabupaten Solok.

Sebab, Pilbup dipengaruhi oleh sosok yang “dijual”. Sepanjang figur paslon itu layak “jual” maka mereka akan dipilih oleh masyarakat. “Partai tidak terlalu berpengaruh karena partai hanya kendaraan dan tiket,” ujar Agus Syahdeman kepada JawaPos.com, Sabtu (5/9).

Diketahui, untuk maju di Pilbup Solok, setiap paslon harus mendapat dukungan minimal tujuh kursi di DPRD Kabupaten Solok. Paslon Iriadi DT Tumanggung-Agus Syahdeman bersama PDIP, Demokrat, dan Hanura memiliki delapan kursi. Terdiri atas 4 Demokrat, Hanura dan PDIP masing-masing dua kursi.

Selain Iriadi DT Tumanggung-Agus Syahdeman, Pilbup Solok juga diikuti oleh tiga paslon lainnya. Menariknya, PAN malah menurunkan salah satu ketua DPP-nya untuk berlaga di Pilbup tersebut. Yakni Epyardi Asda yang berpasangan dengan Jon Firman Pandu. Paslon itu diusung oleh PAN dan Gerindra.

Komentar

Loading...