Wabah Covid Masih Merebak, Pengamat Sarankan Pemkot Terbitkan Perda Protokol Kesehatan

ILUSTRASI. Untuk mengobati pasien Covid-19, tenaga medis menggunakan beberapa kombinasi obat sesuai dengan pengobatan standar kasus ringan, sedang, dan berat. (ANTONOV/AFP)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kasus Covid-19 di Kota Makassar masih merebak. Meski diklaim terjadi penurunan, aturan ketat mengenai protokol kesehatan dinilai paling ampuh untuk menekan laju penyebaran.

Untuk itu, pengamat kebijakan publik, Adnan Nasution menyarankan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Protokol Kesehatan.

Selain lebih tegas dari sisi sanksi, Adnan menjelaskan, Perda Protokol Kesehatan perlu dipertimbangkan. Selama pandemi, ia menilai masih banyak masyarakat yang kurang patuh terhadap protap tersebut. Perwali Nomor 36 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan yang telah ada dianggap belum mampu menekan laju penyebaran Covid-19.

“Sebuah kebijakan yang positif, walau sebenarnya beberapa daerah sudah melakukan tetapi menurut saya walau pun terlambat kebijakan ini masih sangat efektif,” ujarnya, Minggu (6/9/2020).

Dengan sanksi tegas dari Perda, kata Adnan, bisa menimbulkan efek jera kepada pelanggar protokol kesehatan untuk mengulang kesalahan. Apalagi saat ini Pemkot hanya mengeluarkan imbauan untuk masyarakat agar memakai masker.

“Dengan adanya Perda ini saya pikir bisa menekan angka penyebaran virus di Kota Makassar,” sambungnya.

Sebelumnya, Asisten I Pemkot Makassar, M Sabri telah membuka kembali wacana ini. Ia berharap bahwa peraturan tersebut segera serius dibahas oleh seluruh jajaran lingkup Pemkot. Pasalnya, ia menilai Perwali Nomor 36 yang diterbitkan masih lemah. Sebab, tidak ada sanksi tegas didalam mengatur untuk pelanggar.

Komentar

Loading...