Warga Keluhkan Kelangkaan Elpiji, Kadis Perindustrian: Pemakaian yang Bertambah

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Warga di Kabupaten Bone kesulitan mendapatkan elpiji ukuran 3 kilogram. Banyak yang mengeluh. Apalagi ada yang sudah menaikkan harga.

Warga Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Andi Uleng, mengaku sudah dua hari mencari elpiji tabung gas. Beberapa kios didatangi, tapi stoknya kosong. Itu baru didapati setelah dua hari mencari, namun harganya naik Rp4 ribu dari harga sebelumnya Rp18 ribu.

Sain, warga Kecamatan Dua Boccoe menyebutkan, kelangkaan elpiji 3 kilogram di wilayahnya mulai langka sejak dua minggu lalu. “Akibatnya sejumlah warga terpaksa menggunakan kayu bakar untuk memasak,” katanya.

Kalau pun stok ada, kata dia, harganya sudah mengalami kenaikan. Dari Rp18 ribu menjadi Rp23 ribu. “Bahkan ada yang jual mencapai Rp30 ribu,” tambahnya.

Kadis Perindustrian Bone, Khalil Am Syihab, merespons laporan tersebut dan langsung mengecek ke beberapa wilayah. Kecamatan Ajangale misalnya, stok di sana tersedia dengan harga Rp20 ribu. Di Kecamatan Sibulue stok tersedia dengan harga Rp16 ribu.

“Jadi kesimpulan sementara bahwa stok sebenarnya memadai hanya saja tingkat pemakaian masyarakat saat ini memang tinggi,” sebutnya, Minggu (6/9/2020). (agung/fajar)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...