Waspada! Pernikahan di Bawah 5 Tahun Rentan Karam

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tingginya angka perceraian justru banyak terjadi di kalangan pengantin baru. Banyak yang usia pernikahannya baru di bawah lima tahun, sudah mengajukan ke pengadilan agama untuk bercerai.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga, Prof Amany Lubis, saat membuka Webinar Nasional Ketahanan Keluarga bertema Masalah dan Solusi Perceraian di Indonesia, Sabtu (5/9/2020).

“Di sini kita prihatin. Itu membuat hati kita bergetar karena Allah SWT sudah menyatakan bahwa memang halal, diperbolehkan melakukan perceraian, bisa, menyelesaikan ikatan rumah tangga itu boleh, tetapi itu kehalalan paling dimurkai Allah SWT, sedapat mungkin ketahanan keluarga harus dijaga dan perlu diberikan solusi serius, untuk itulah forum ini dilaksanakan,” katanya.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini memandang, perceraian yang marak tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia tentu saja disebabkan banyak faktor. Tidak adanya kesepahaman dan kesepakatan dalam menjalankan bahtera rumah tangga menjadi satu sebab dari banyak sebab lain.

Rendahnya pemahaman tentang bagaimana berumah tangga seperti mengasuh anak bahkan alasan-alasan sepele lain juga kerap menjadi penyebabnya termasuk faktor ekonomi.

Dia mengatakan, sekarang perempuan sudah didorong untuk bekerja dan laki-laki didorong untuk kreatif dan lebih serius mendorong kemajuan keluarganya.

“Semua anggota keluarga harus kreatif untuk menghadapi rutinitas di dalam keluarga. Kita dianjurkan untuk menjaga bahtera rumah tangga,” urai Prof Amany.

Komentar

Loading...