Bantuan Kuota, Titi Purwaningsih: Kalau Guru Belum Ada Tuh, Cuma…

Ketum Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih menagih hak-hak PPPK. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kebijakan pemberian pulsa kepada guru honorer sudah diumumkan sejak pemerintah memberlakukan belajar dari rumah.Faktanya, hingga hari ini bantuan pulsa dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum juga direalisasikan. Ada kekhawatiran, jangan-jangan itu sekadar pemberi harapan palsu (PHP).

“Belum pernah merasakan bantuan pulsa tuh. Sejak dari BOS sampai sekarang,” kata Titi Purwaningsih, guru honorer K2 di Banjarnegara ini kepada JPNN.com, Senin (7/9).

Kekhawatiran Titi lantaran sampai hari ini belum ada pendataan guru honorer untuk penyaluran pulsa. Yang sudah ada hanya surat edaran untuk siswa.

“Kalau guru belum ada tuh. Cuma kami pernah didata tetapi bukan untuk kebutuhan pemberian subsidi kuota,” ucapnya.

Senada itu Ketum DPP Forum Honorer Non K2 Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia (PGHRI) Raden Sutopo Yuwono. Menurut dia, yang sudah ada pendataan baru siswa.

“Kami bersyukur atas kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim, semoga dapat meringankan beban belanja bagi seluruh orang tua siswa,” ucapnya.

Dia berharap, selain siswa, guru honorer dan tenaga kependidikan baik honorer K2 maupun Non-K2 yang terdata di Dapodik (Data Pokok Kependidikan) Kemendikbud juga mendapatkan bantuan kuota.

“Harapan kami sih bansos juga dapat. Selain itu bisa ikut seleksi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) tahap 2 pada 2021 sebagaimana kami sampaikan kepada Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Iwan Syahril pada 1 September 2020,” tuturnya.

Komentar

Loading...