Klarifikasi Menag Tambah Kontroversi, HNW: Dibatalkan Lebih Baik

Senin, 7 September 2020 10:25

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) M Hidayat Nur Wahid-- humas mpr

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Politisi PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) menganggap klarifikasi Kementerian Agama (Kemenag), soal sertifikasi dai malah menambah kontroversi.

Mantan Ketua MPR itu menyarankan agar rencana sertifikasi penceramah sebaiknya dibatalkan saja.

“Ini klarifikasi yang akan nambah kontroversi. Apalagi katanya “tak ada konsekwensi apapun”. Maka unt apa ngotot membuat program yg resahkan Umat, ditolak banyak pihak spt SekUm MUI?Apalagi program&anggarannya belum pernah di acc olh DPR. Dibatalkn lebih baik!,” kata HNW di akun Twitternya, Senin (7/9).

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin menegaskan bahwa program yang dicanangkannya bernama Penceramah Bersertifikat, bukan sertifikasi penceramah.

“Bukan sertifikasi penceramah, tetapi penceramah bersertifikat. Jadi tidak ada konsekuensi apapun,” kata Kamaruddin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 5 September 2020.

Kamaruddin mengatakan, program ini merupakan arahan dari Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang juga merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia. Tahun ini, target peserta program adalah 8.200 penceramah yang terdiri atas 8.000 penceramah di daerah dan 200 di pusat.

Bagikan berita ini:
9
10
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar