Korban Pengeroyokan Enggan Melapor, Ini Kecurigaan Polisi

Kapolsek Ujung Pandang, AKP Bagas Sancoyoning

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Korban pengeroyokan hingga membuat korban mengalami luka robek di paha, enggan melapor ke aparat kepolisian.

Padahal rekan korban, Aldi, 18 tahun, telah diarahkan dan diantar ke Polsek Ujung Pandang untuk membuat laporan polisi.

Belakangan diketahui, rupanya Aldi tidak jadi melapor. Dia memilih tutup mulut atas kejadian itu menimpa temannya yang bernama Syahrul Riko, 22 tahun.

“Korban tidak melapor. Kita ke sana (TKP) juga sudah kosong. Kita tanya warga sekitar dan petugasnya, mereka juga tak tahu menahu,” kata Kapolsek Ujung Pandang, AKP Bagas Sancoyoning, Senin (7/9/2020).

Polisi pun menduga, korban dan para pelaku diduga punya hubungan tertentu hingga korban memilih bungkam.

“Erat dugaan kami, mereka baku kenal. Sampai sekarang belum melapor korban,” tambah perwira tiga balok ini.

Akan tetapi, kedua pihak diduga memiliki permasalahan hingga membuat salah satu pelaku marah dan memanggil beberapa rekannya yang lain.

Dari situ, pengeroyokan terhadap Syahrul di teras sebuah minimarket di Jalan Penghibur, Kota Makassar, pada Senin dini hari (7/9/2020) terjadi tanpa perlawanan.

Warga Jalan Somba Opu ini dihantam menggunakan tangan dan helm dari beberapa pelaku, hingga membuat korban terdorong dan terlempar ke pintu kaca minimarket tersebut.

Pecahan kaca itu pun melukai paha sebelah kiri korban dan mengalami luka robek. Belum ada satu pun yang berhasil tertangkap. Pelaku hingga saat ini masih berkeliaran dan dalam pengejaran aparat.

Komentar

Loading...