Said Syamsul Bahri: Jangan Memaksakan Jadi PNS, yang Punya Kekuasaan Pemerintah

Ilustrasi honorer yang memperjuangkan nasibnya-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Koordinator Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Provinsi Riau, Said Syamsul Bahri optimistis tidak lama lagi 51 ribu PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) akan menerima NIP dan SK.Dia juga yakin ketika honorer K2 yang lulus PPPK pada 18 bulan lalu, akan mengubah mindset honorer lainnya.

“Kalau mau bilang waswas ya saya waswas sekali. Waswas bukan karena enggak akan diangkat PPPK tetapi waswas apakah usia kami masih ada ketika waktu pengangkatan itu tiba,” kata Said kepada JPNN.com, Senin (7/9).

Said yang juga pengurus forum PPPK pusat ini mengaku sangat percaya firasatnya bahwa guru honorer K2 ini bisa merasakan proses pengangkatan PPPK sudah semakin dekat.

Ketika 51 ribu PPPK sudah menerima NIP dan SK, dia yakin perlawanan honorer K2 akan meredup. Sebab, akan makin banyak honorer K2 yang ikut tes PPPK.

“Masih mau ngotot jadi PNS, ya susah. Sekarang ini sudah zaman serba IT. PNS saja mulai dikurangi jumlahnya, yang tenaga administrasi dialihkan ke fungsional. Kenapa kami masih harus memaksakan diri tetap diangkat PNS,” sergahnya.

Dia pun menyarankan seluruh honorer K2 untuk membuka pandangannya dengan menggunakan kacamata Google biar lebih luas. Jangan lagi pakai kacamata kuda yang tidak mau tengok kanan-kiri akhirnya fokus pada PNS.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...