Sertifikasi Penceramah, Begini Penjelasan Terbaru Kemenag

Senin, 7 September 2020 13:26

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin menjelaskan bahwa sertifikasi penceramah tidak seperti sertifikasi profesi. Foto: HO Kementerian Agama

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Rencana Kementerian Agama (Kemenag) melakukan sertifikasi penceramah agama atau dai, menuai kontroversi.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin menjelaskan bahwa sertifikasi penceramah tidak seperti sertifikasi profesi.

“Penceramah bersertifikat ini bukan sertifikasi profesi, seperti sertifikasi dosen dan guru. Kalau guru dan dosen itu sertifikasi profesi sehingga jika mereka yang sudah tersertifikasi maka harus dibayar sesuai standar yang ditetapkan,” katanya dalam keterangan pers kementerian di Jakarta, Senin (7/9).

Dijelaskan, sertifikasi penceramah adalah program yang akan dijalankan untuk meningkatkan kapasitas penyuluh agama dan penghulu di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, yang jumlahnya saat ini tercatat sekitar 50 ribu untuk penyuluh dan 10 ribu untuk penghulu.

Guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, ia menjelaskan, pemerintah akan menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi para penyuluh agama dalam hal zakat, wakaf, dan moderasi beragama serta memberikan sertifikat kepada mereka yang telah mengikuti kegiatan tersebut. Menurut dia, program sertifikasi itu tidak bersifat mengikat.

Bagikan berita ini:
6
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar