Siap Lawan Gibran, Pasangan Bajo : Kami Bukan Boneka

Senin, 7 September 2020 09:36
Belum ada gambar

Pasangan Bagyo Wahyono dan F.X. Suparjo (Bajo) menunggangi kuda bersama para pendukung menuju Kantor KPU Surakarta, kema...

Untuk mewujudkan hal tersebut, Bagyo membeberkan beberapa program. Antara lain mengatasi kemacetan dengan pembangunan jalan layang serta pembuatan sungai bawah tanah untuk menuntaskan banjir.

“Kota Surakarta Super Mega Tank adalah bagian dari suguhan terowong kereta api dengan kanan dan kirinya sungai bawah tanah. Akan difasilitasi dengan filterisasi, drainase, dan tanggul di hulu dan muara sungai yang bisa bertahan selama kurang lebih 100 tahun,” katanya.

Ditambahkan Bagyo, penataan masyarakat yang diklasifikasi menjadi tiga grade. Yaitu grade A (kalangan atas), grade B (kalangan menengah), dan grade C (kalangan bawah). “Grade A akan membuka lapangan pekerjaan, grade B diberikan peluang usaha, sedangkan grade C akan dipeliharan oleh pemkot,” papar pria yang sebelumnya berprofesi sebagai penjahit itu.

Konsep perubahan satu hari untuk negeri demi masa depan Kota Surakarta juga menjadi senjata pasangan Bajo. Konsep ini akan dilaksanakan sehari setelah pelantikan. “Di mana kita akan melakukan konsolidasi dengan seluruh kepala dinas serta mendengar laporan kegiatan seluruh bagian dan kepala dinas di Kota Surakarta,” tutur Bagyo.

Sementara itu, terkait banyaknya massa saat pengiring Bajo kemarin, Pelaksana Harian Tim Pemenangan Bajo, Robert Hananto mengaku tidak bisa melarang masyarakat yang ingin mengantar keberangkatan Bajo ke KPU. Dia memperkirakan ada 1.000 orang lebih yang turut serta.

Bagikan berita ini:
1
2
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar