Siap Lawan Gibran, Pasangan Bajo : Kami Bukan Boneka

Senin, 7 September 2020 09:36
Siap Lawan Gibran, Pasangan Bajo : Kami Bukan Boneka

Pasangan Bagyo Wahyono dan F.X. Suparjo (Bajo) menunggangi kuda bersama para pendukung menuju Kantor KPU Surakarta, kemarin. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

FAJAR.CO.ID, SOLO — Pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Surakarta dari jalur perseorangan Bagyo Wahyono dan F.X. Suparjo (Bajo) telah resmi mendaftarkan diri ke KPU Surakarta di hari terakhir pendaftaran, Minggu (6/9).

Bajo kembali menegaskan jika mereka bukanlah pasangan settingan atau boneka. Mereka juga siap melawan dominasi pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa yang diusung PDIP dan didukung sejumlah partai politik (parpol) lain.

Pasangan independen ini berangkat menuju Kantor KPU Surakarata dengan menunggangi kuda. Mengenakan seragam serba hitam, Bajo berangkat dari posko pemenangan yang berada di Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, dengan diiringi para simpatsian.

Bagyo menunggangi kuda warna hitam, sedangkan Supardjo naik kuda cokelat. Bajo berada di barisan terdepan. Di belakangnya terdapat iringan sembilan andong. Kemudian diikuti massa yang berjalan kaki.

Pasangan Bagyo Wahyono dan F.X. Suparjo (Bajo) usai mendaftar di KPU Surakarta, kemarin.

Meski naik kuda, mereka hanya berjalan perlahan menyesuaikan para pendukung yang berjalan kaki. Di sela-sela massa terdapat mobil pikap yang membawa pengeras suara.

Para simpatisan membawa bendera merah putih dan bendera organisasi pengusung Bajo, Tikus Pithi Hanata Baris. Banyak pula yang membawa poster-poster tulisan.

Salah satu tulisan dalam poster itu adalah ‘Kita Bukan Boneka’. Ada pula tulisan ‘Sekti Tanpa Aji-Aji’ dan ‘Menang Tanpa Ngasorake’.

Selama perjalanan, mereka menyanyikan yel-yel kemenangan dan lagu Tikus Pithi Hanata Baris. Beberapa kelompok juga menyajikan pertunjukan seni, seperti reog dan gamelan. Pasangan ini menempuh perjalanan sekitar 2 jam lamanya.

Ketua Tim Pemenangan Bajo, Sigit Prawoso mengatakan, banyak kabar didengar bahwa Bajo adalah pasangan settingan yang dibentuk agar Gibran-Teguh memiliki lawan dalam perebutan kursi AD 1.

“Proses kita ini panjang, selama setahun kita bersama melalui tahapan dukungan KTP dan verifikasi faktual (verfak) pertama dan kedua,” kata Sigit usai pendaftaran Bajo di KPU.

Sigit melanjutkan, Bajo bisa ditetapkan sebagai calon dengan gotong royong serta uluran tangan Tikus Pithi Hanata Baris dan masyarakat umum.

“Kami pecaya bahwa figur seorang pemimpin benar-benar dari rakyat berada di tangan beliau berdua. Ora golek jenang, nanging golek jeneng. Artinya pemimpin yang amanah menghilangkan penderitaan rakyat, ikhlas, dan mengelola Kota Solo dari beragam sudut pandang,” urai Sigit.

Majunya Bajo, lanjut Sigit, merupakan salah satu bentuk demokrasi. Sebuah perubahan yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat. “Kita tidak membenci parpol, tetapi ini bentuk perubahan nyata. Kedaulatan yang seutuhnya kembali di tangan rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, Bagyo menuturkan, siap membawa Solo dari Kota Madani menuju Kota Megapolitan. Visi dan misi Bagyo bersama pasangan antara lain mewujudkan sandang, papan, dan pangan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Bagyo membeberkan beberapa program. Antara lain mengatasi kemacetan dengan pembangunan jalan layang serta pembuatan sungai bawah tanah untuk menuntaskan banjir.

“Kota Surakarta Super Mega Tank adalah bagian dari suguhan terowong kereta api dengan kanan dan kirinya sungai bawah tanah. Akan difasilitasi dengan filterisasi, drainase, dan tanggul di hulu dan muara sungai yang bisa bertahan selama kurang lebih 100 tahun,” katanya.

Ditambahkan Bagyo, penataan masyarakat yang diklasifikasi menjadi tiga grade. Yaitu grade A (kalangan atas), grade B (kalangan menengah), dan grade C (kalangan bawah). “Grade A akan membuka lapangan pekerjaan, grade B diberikan peluang usaha, sedangkan grade C akan dipeliharan oleh pemkot,” papar pria yang sebelumnya berprofesi sebagai penjahit itu.

Konsep perubahan satu hari untuk negeri demi masa depan Kota Surakarta juga menjadi senjata pasangan Bajo. Konsep ini akan dilaksanakan sehari setelah pelantikan. “Di mana kita akan melakukan konsolidasi dengan seluruh kepala dinas serta mendengar laporan kegiatan seluruh bagian dan kepala dinas di Kota Surakarta,” tutur Bagyo.

Sementara itu, terkait banyaknya massa saat pengiring Bajo kemarin, Pelaksana Harian Tim Pemenangan Bajo, Robert Hananto mengaku tidak bisa melarang masyarakat yang ingin mengantar keberangkatan Bajo ke KPU. Dia memperkirakan ada 1.000 orang lebih yang turut serta.

“Kita sudah mengimbau teman-teman nggak usah ikut. Tetapi mereka merasa ini acara yang penting, makanya mereka ingin ikut,” kata Robert.

Terpisah, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, selain melakukan pengamanan baik di posko pengamanan, di jalan, serta di kantor KPU, petugas di lapangan juga mengingatkan para pendukung yang mengikuti iring-iringan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. “Dalam proses pengamanan semua berjalan lancar,” pungkasnya. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

Bagikan berita ini:
3
10
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar