Tak Ingin Ada ASN Bersoal Selama Pilkada, Ini Penekanan Bupati

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, GOWA – Jajaran ASN di lingkup pemerintah kabupaten Gowa dilarang keras terlibat dalam politik. Netralitas abdi negara yang utama.

Apalagi jika ada ASN yang menggunakan simbol-simbol, menyangkut salah satu calon Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada 2020 ini.

Simbol-simbol itu seperti seragam kampanye maupun postingan beraroma politik di akun sosial media setiap ASN.

“Berkali kali saya ingatkan bapak ibu sekalian, tolong untuk tidak memakai simbol-simbol Pilkada,” tegas Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Senin (7/9/2020).

Aturan itu tertuang jelas pada Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 71. Pejabat negara, daerah, ASN, TNI/POLRI, dan kepala desa atau sebutan lain/lurah dilarang membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.

“Apapun itu namanya saya berharap tidak ada yang seperti itu. Saya berharap ini ditindaklanjuti supaya tidak menjadi persolan di lain hari,” jelas Bupati termuda di Kawasan Timur Indonesia (KTI) ini. (Ishak/fajar)

loading...

Komentar

Loading...