Tokoh Jaringan Islam Liberal: Dukung Partai yang Berkuasa Dianggap Parameter Mengukur Seseorang Pancasilais

Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdallah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdallah mengatakan, di zaman Orde Baru (Orba), orang yang tidak mendukung partai penguasa maka dicap tidak pancasilais.

“Kalau mendukung partai yang sedang berkuasa dianggap sebagai parameter untuk mengukur seseorang Pancasilais atau bukan, maka inilah gejala kembalinya mentalitas Orba dulu.” Tulis Ulil Abshar Abdallah di twitternya, @ulil, Ahad (6/9).

Ulil mengatakan, di zaman Orba partai yang berkuasa adalah Partai Golkar. Orang yang tidak mendukung Golkar saat itu, dicap tidak pancasilais.

“Zaman dulu, yang ndak mendukung Golkar dan pemerintah, dianggap kurang Pancasilais.” Sambung Ulil.

Cuitan Ulil diduga terkait ucapan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani yang berharap masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) bisa pancasila.

Ucapan itu menuai respon negatif dari sejumlah kalangan. Puan dianggap telah menyakiti warga Sumbar.

Akibatnya, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar, Mulyadi-Ali Mukhni yang diusung PDIP, telah mengembalikan mandat ke Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu. PDIP pun juga telah secara resmi tidak mengikuti kontestasi Pilkada di Sumbar.

PDIP selama ini tidak pernah mendulang kemenangan di Sumatera Barat. Partai ini nyaris tidak mempunyai pengurus daerah di Sumbar.

Pengamat Politik Universitas Al Azhar Ujang Komarudin mengatakan, wajar jika PDIP sulit merebut hati masyarakat Sumbar. Menurutnya, Sumbar merupakan wilayah agamis dan kuat dalam konteks pengamalan ajaran Islam. Dia menilai PDIP sebagai Partai yang nasionalis tetapi tidak ramah.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...