Warga Tagih Janji Pemkab Gowa, Realisasi Pembangunan Jalan

Protes Pemerintah. Warga Dusun Malenteng, Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao menanam singkong di jalan yang mirip kubangan kerbau, Jumat, 10 Juli. Warga mengaku bosan dijanji pemerintah. (IST)

FAJAR.CO.ID, GOWA — Kondisi jalan di Langkowasangat memprihatinkan. Warga mendesak pemerintah segera memenuhi janjinya.

Alasannya, sejumlah proyek yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 sudah mulai dikerjakan. Baik pembangunandi Balla Lompoa, dan sejumlah proyek yang menyerap anggaran miliaran rupiah.

Sementara perbaikan jalan tak kunjung dikerjakan. “Tahun ini seharusnya sudah ada pengerjaan jalan sepanjang satu kilometer. Janjinya tahun ini dikerjakan,” kata KoordinatorAliansi Pemuda dan Masyarakat Langkowa (APML),Alam, Minggu, 6 September.

Terkait tuntutan realisasi pembangunan Jalan Poros Tamaona Langkowa di Desa Tonasa, Kecamatan Tombolopao ini lanjutnya, sudah disampaikan ke kepala desa.

“Kemarin kami duduk bersama kepala desa mempertanyakan realisasinya,” ungkapnya.

Namun, pemerintah desa menyebut akan membahas pembangunan jalan ini di musyawarah perencanaan pembangunan (musrembang) nantinya. Sementara, pembangunan jalan ini sudah diusulkan ulang.

“Bukan perkara mudah untuk mengusul ulang pengaspalan jalan di Kabupaten Gowa. Jadi kami sangat butuh kepastian terkaitjalan ini,” tuturnya.

Anggota APML, Yusuf, menambahkan, saat musim hujan datang, jalanan yang dilalui justru mengancam nyawa para pengendara. Sebab, kondisinya berlumpur. Banyak warga yang terpelesethingga megalami kecelakaan.

“Makanya, kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Tidak sekadar janji yang biasanya marak menjelang suksesipolitik,” tambahnya dengan tegas.

Kepala Desa Tonasa, Anwar Jama, mengatakan, pengaspalan jalan tersebut diketahui sudah ada. Akan tetapi, anggarannyadialihkan untuk penanganan korona.

Komentar

Loading...