243 Bapaslon Langgar Protokol Kesehatan, Komisi II Singgung Protap

Sodik Mujahid. (int)

FAJAR.CO.ID — Bawaslu menemukan banyak bakal pasangan calon (bapaslon) yang mengabaikan protokol kesehatan saat mendaftar Pilkada 2020. Hal itu membuat anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Sodik Mudjahid, mempertanyakan soal prosedur tetap (protap) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dengan protap, kata dia, setiap bapaslon paham hal yang perlu dilakukan agar mengikuti protokol kesehatan. Dengan begitu, urusan politik bisa selaras dengan upaya mencegah penularan Covid-19.

“Protap harus dilakukan dengan risiko calon akan kehilangan beberapa tahapan pilkada,” kata Sodik kepada awak media, Selasa, (8/9/2020).

Dari kasus pelanggaran protokol kesehatan, Sodik pun mengingatkan tentang kesiapan KPU terhadap kemungkinan terburuk saat pelaksanaan Pilkada 2020.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher, menyayangkan banyaknya bapaslon yang melanggar protokol kesehatan saat proses pendaftaran peserta Pilkada 2020.

Dalam catatan Bawaslu, setidaknya 243 bapaslon melakukan pelanggaran protokol kesehatan saat proses pendaftaran.

“Sangat disayangkan, banyak calon kepala daerah yang mendaftar ke KPU tidak mempertimbangkan protokol kesehatan. Dari berbagai foto dan video yang tersebar di internet, arak-arakan atau kerumunan massa tanpa masker masih terjadi,” kata Netty dalam keterangan resminya, Selasa ini. (JPNN)

loading...

Komentar

Loading...