Anggaran Jumbo Berakhir Sia-sia, Pasar Sentral Ditinggal Pedagang

Pasar Sentral Baru Pinrang

FAJAR.CO.ID, PINRANG — Pasar Sentral Pinrang yang baru telah dibangun. Berdiri kokoh namun tak berpenghuni.

Anggaran Rp38,1 miliar terkesan sia-sia. Pada 2012 misalnya, dianggarkan sekitar Rp9,6 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Lalu 2013 dikucur lagi sebanyak Rp4,8 miliar (DAK).

Pada 2015 anggarannya lebih fantastis lagi. Dianggarkan sebesar Rp23,7 miliar dari APBD.

Tetapi dana-dana jumbo itu sia-sia. Pasar sentral baru, praktis gagal fungsi. Pasar itu pernah ramai. Terjadi interaksi antara pedagang dan pembeli. Namun pasar yang dibangun atas atensi Kementerian Perdagangan (kemendag) itu, ditinggal pedagang setelah pasar lama selesai direnovasi.

Salah seorang pedagang berinisial HJ menceritakan, kalau ia sempat pindah ke pasar sentral baru tersebut.

Dia menyewa los di lantai dua yang harganya tidak murah. Sekitar Rp20-an juta pertahun. “Tapi tidak ada pembeli, makanya pedagang kembali lagi ke pasar lama,” terangnya, Senin, 7 September.

Pemerintah pernah berjanji membangun jembatan penghubung dari pasar sentral lama ke lokasi baru. Hanya saja, sampai sekarang tak terealisasi. Makanya, pasar baru tersebut ditinggal begitu saja sejak delapan tahun lalu.

“Pemerintah tidak mau bangun jembatan penghubung sehingga kami pilih pindah,” bebernya.

Dikonfirmasi soal gagal fungsinya pasar sentral baru, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Energi dan Mineral (Disperindagem) Kabupaten Pinrang, Hartono Mekka, mengaku tak punya jalan keluar untuk membuat pasar tersebut berfungsi kembali.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...