BUMN Boleh Angkat Staf Ahli dengan Gaji Rp50 Juta, Ujang Komarudin: Kasihan Bangsa Ini

Direktur Indonesia Political Review Ujang Komaruddin-- dok jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali menjadi sorotan publik.

Itu setelah beredar Surat Ederan (SE) Nomor SE-9/MBU/08/2020 tentang Staf Ahli bagi Direksi BUMN tertanggal 3 Agustus 2020

Di dalam SE tersebut, direksi BUMN diperbolehkan mengangkat paling banyak lima staf ahli.

Yang cukup mengejutkan pula adalah honorarium yang diterima masing-masing staf ahli itu bisa mencapai Rp50 juta per bulan.

Menanggapi hal tersebut, pengamat Politik Ujang Komarudin mengatakan, bahwa kebijakan Erick Thohir tersebut dapat menghancurkan BUMN.

Pasalnya, kebijakan Ketua Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu dinilai tak realistis.

Terlebih di tengah kondisi perusahaan plat merah yang masih menderita kerugian cukup besar.

Demikian disampaikan Direktur Ekskutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang saat dihubungi PojokSatu.id di Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Ia menilai, kebijakan tersebut disinyalir akibat politik balas budi untuk mengakomodir orang-orang yang belum mendapatkan jatah.

“Makin hancur BUMN. Itulah politik akomodatif,” kata Ujang.

Menurutnya, BUMN dijadikan tempat mengakomodasi orang-orang partai dan relawan yang belum dapat posisi.

“Maka dicarilah posisi dan jabatannya dan staf ahlilah tempatnya itu,” ungkap Dosen Universitas Al-Azhar ini.

Selain itu, lanjut Ujang, kebijakan merekrut staf ahli tersebut dengan gaji Rp50 Juta dapat membuka peluang Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...