Digempur Tambang Ilegal, Ujian Kasat Reskrim dan Kapolres Bone, Mampukah Ditertibkan?

Digempur Tambang Ilegal, Ujian Kasat Reskrim dan Kapolres Bone

FAJAR.CO.ID, BONE — Pucuk pimpinan Polres Bone sering berganti. Begitupun dengan Kasat Reskrimnya. Namun, tambang ilegal tak pernah berkurang. Malah menjamur.

Kemarin, warga Desa Tawaroe, Kecamatan Dua Boccoe datang ke DPRD mengeluhkan soal aktivitas liar tersebut. Aktivitas tambang di sana sudah tahunan, dan saat ini masyarakat sangat meresahkan.

Selain itu ada juga aktivitas tambang galian C di Dusun 3, Desa Pakkassalo, Kecamatan Dua Boccoe sangat meresahkan warga. Tambang yang diduga ilegal itu sudah beroperasi selama lima tahun. Tak sedikit kerusakan yang ditimbulkan.

Namun, seakan aparat tak berkutik dengan tambang-tambang ilegal itu. Cenderung didiami saja, padahal ancaman sudah di depan mata warga.

Wakil Ketua Komisi IV, Andi Muh Salam yang menerima aspirasi warga menegaskan, bahwa memang di Dua Boccoe tidak ada izin pertambangan. “Tetapi kami terima tadi masyarakat, dan keluhannya sudah disampaikan langsung ke pimpinan. Nanti pimpinan yang RDP-kan atau lempar ke komisi,” ucapnya Selasa (8/9/2020)

Kapolres Bone AKBP Try Handako dengan Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ardy Yusuf diharap jangan berpangku tangan saja. Meski begitu, Ardy Yusuf mengaku akan menindaklanjut keluhan warga tersebut. “Segera kami tindak lanjuti,” tegas alumni Akpol 2010 itu. (agung/fajar)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...