Hasil Uji Usap Paslon Pilwali Surabaya Bersifat Rahasia

SYARAT AWAL: Dua bapaslon pada pilwali Surabaya menjalani swab test di Instalasi Graha Amerta, RSUD dr Soetomo, kemarin. Foto kiri, pasangan Erji menanti panggilan di ruang tunggu. Foto kanan, pasangan Maju menyapa awak media setelah uji usap. (PDIP dan Frizal/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Dua bakal pasangan calon (bapaslon) wali kota dan wakil wali kota yang akan bertarung dalam pemilihan wali kota (pilwali) Surabaya menjalani swab test Senin (7/9).

Uji usap itu dilakukan di Instalasi Graha Amerta, RSUD dr Soetomo. Namun, hasil pemeriksaan tersebut tidak bisa disampaikan kepada publik. Sifatnya rahasia.

Pukul 08.00, bapaslon Eri Cahyadi-Armuji tiba di Instalasi Graha Amerta. Dalam agenda itu, keduanya tampak kompak mengenakan kemeja hitam. Tak banyak basa-basi, mereka bergegas masuk ke dalam rumah sakit.

Selang setengah jam, bapaslon yang diusung PDIP itu keluar. Tidak ada pernyataan yang disampaikan. Keduanya hanya melambaikan tangan. Pukul 10.40, giliran bapaslon Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno (Maju) yang tiba. Keduanya juga mengenakan baju senada. Pilihan pakaiannya kemeja putih.

Protokol kesehatan menjadi perhatian pasangan Maju. Tak sekadar mengenakan masker. Keduanya juga memakai sarung tangan serta face shield.

Pukul 11.05, Machfud dan Mujiaman rampung menjalani swab test. Menurut Machfud, tes kesehatan itu berjalan cepat. ”Ya, disogrok pakai alat,” ucapnya.

Komisioner KPU Divisi Hukum dan Pengawasan Soeprayitno menjelaskan, swab test merupakan syarat tambahan bagi bapaslon. Hal itu diajukan oleh pihak rumah sakit. Tujuannya, melihat kondisi kesehatan kandidat. ”Selain itu, langkah preventif untuk melindungi tenaga kesehatan,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Nano itu menjelaskan, swab test berjalan lancar. Tak sampai satu jam, tes kesehatan tersebut rampung. Namun, hasil pemeriksaan itu belum bisa disampaikan.

Komentar

Loading...