Hibahkan Lahan untuk Bangun Musala di Cempalagi, Warga: Tanah Tidak Dibawa Mati

Komunitas KIS meninjau pembangunan musala di Cempalagi Selasa (8/9/2020). (FOTO: AGUNG PRAMONO/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, BONE — Objek wisata Cempalagi, Desa Mallari, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulsel, sering dipadati pengunjung. Punya nilai sejarah. Tempat Raja Bone ke XV, Arung Palakka, bersumpah.

Namun di tempat itu belum ada tempat untuk melaksanakan ibadah. Makanya komunitas Kita Ini Sahabat (KIS) menginisiasi untuk membangun Musala Firdaus KIS.

Warga pemilik lahan Muddiman yang menghibahkan tanahnya untuk dibangunkan musala. “Tanah tidak dibawa mati. Yang pasti bisa berguna bagi banyak orang,” katanya saat ditemui di kediamannya, Selasa (8/9/2020).

Selain itu, komunitas KIS menggalang bantuan untuk pembangunan musala tersebut. Ada yang menyumbang dalam bentuk uang, ada pula yang menyumbang dalam bentuk material.

Bendahara Pembangunan Musala Firdaus KIS Cempalagi, Lukmanul Hakim mengatakan, baru dua hari dibuka donasi sudah ada beberapa yang menyumbang, dan sudah akan dikerja cepat.

“Kita berharap dikerja lebih cepat lebih bagus, apalagi daerah ini banyak pengunjung setiap harinya,” ucapnya.

Kata dia, pembangunan musalla ini hanya untuk beramal. Apalagi selama ini kalau berkunjung di sini terlalu jauh untuk pergi salat. “Makanya kita berinisiatif bangun musala. Di sini juga lokasi airnya dekat,” sebutnya. (agung/fajar)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...