Mendagri Tegur Lima Petahana di Sulsel

Massa salah satu paslon di Pilkada Bulukumba saat deklarasi sebelum mendaftar di KPU

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kelabakan melihat ulah para calon kepala daerah. Lima petahana di Sulsel pun kena teguran karena abaikan protokol kesehatan saat pendaftaran.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah berharap agar pasangan calon memahami kondisi pelaksanaan pilkada tahun ini. Ada pembatasan pengumpulan massa yang mesti dilakukan selama masa pandemi coronavirus desease 2019 (covid-19).

Kata dia, kondisi penyebaran covid-19 di Sulsel memang sedang melandai. Tetapi, pihaknya juga tak ingin aktivitas itu justru menimbulkan klaster baru. Makanya, semua pihak harus betul-betul mengikuti dan memahami protokol kesehatan

Menurutnya, apabila pandemi tak lagi bisa dikendalikan, jangan sampai pemerintah mengambil keputusan fatal untuk para calon. Apalagi, dalam rapat terbatas presiden sudah menyampaikan jika kesehatan masyarakat menjadi yang paling utama.

“Jika ini dipatuhi, pasti ekonomi akan berjalan baik. Makanya saya berharap seluruh calon ketika melaksanakan kegiatan atau kampanye, protokol kesehatan betul-betul diterapkan. Kami tak tahu kalau muncul klaster baru bisa-bisa (pemerintah) ambil sikap,” bebernya.

Ia juga berbincang langsung dengan Dirjen Otoda terkait hal 51 petahana dan wakil bupati, yang ditegur langsung Mendagri Tito Karnavian. Dampaknya, akan merugikan paslon sendiri. Teguran tersebut bahkan sudah dilayangkan.

“Cuma kalau yang dari Sulsel (paslon) saya belum dapat suratnya (teguran). Bisa saja merugikan mereka. Salah satunya ketika terpilih nanti, pelantikannya bisa tertunda. Cukuplah pada pendaftaran kemarin suasananya bukan menggambarkan kondisi pandemi,” bebernya.

Komentar

Loading...