Petugas Menyisir ke Dalam Hutan, Ini Sasarannya

Aparat gabungan saat melakukan operasi penyergapan pembalak liar di Muaro Jambi, Jambi, yang dilakukan dari tanggal 1-10 September 2020. Foto: ANTARA/HO-KLHK

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Aparat gabungan menangkap tiga orang pembalak liar di Kawasan Hutan Sungai Gelam, Muaro Jambi, Jambi.

Tim gabungan berkekuatan 100 personel juga menghancurkan lebih kurang 50 meter kubik kayu ilegal serta sarana dan prasarana yang digunakan untuk pembalakan liar berupa rel pengangkutan kayu sepanjang dua kilometer (km), jembatan akses pembalakan liar, dan 20 pondok kerja.

“Langkah itu diambil untuk mencegah kembalinya pelaku serta memberikan dampak kerugian terhadap pemodal pembalakan liar,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK) KLHK Sustyo Iriyono dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Senin.

Dalam operasi gabungan penyelamatan sumber daya alam (SDA) dari pembalakan liar serta antisipasi kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan di Kawasan Hutan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi yang berbatasan dengan Sumatera Selatan selama 10 hari sejak 1 September itu, menurut dia, tim juga mengamankan lebih kurang delapan meter kubik kayu balok serta alat pembalakan liar berupa chainsaw dan lainnya sebagai barang bukti.

“Kegiatan operasi ini merupakan upaya penyelamatan SDA di wilayah Sumatera khususnya Jambi, karena hasil monitoring kami, lokasi operasi yang berada di perbatasan Jambi dan Sumsel merupakan wilayah yang sangat rawan pembalakan liar dan karhutla,” kata Sustyo.

Komentar

Loading...