Petugas Menyisir ke Dalam Hutan, Ini Sasarannya

Aparat gabungan saat melakukan operasi penyergapan pembalak liar di Muaro Jambi, Jambi, yang dilakukan dari tanggal 1-10 September 2020. Foto: ANTARA/HO-KLHK

Lokasi operasi gabungan tersebut, menurut dia, memang merupakan salah satu lokasi terbesar kegiatan pembalakan liar di Jambi dan wilayahnya sangat rawan terjadi kebakaran hutan. Penyergapan dilakukan tim di lahan bergambut dengan kondisi medan yang berat dan sedang hujan.

“Operasi di hulu ini merupakan lanjutan setelah operasi di hilir yang kami lakukan di industri penampung Kota Tangerang pada Agustus lalu, saat ini dan ke depan kami akan terus melakukan operasi-operasi di kawasan hutan yang menjadi sumber kayu ilegal,” kata Sustyo.

Saat ini tiga pelaku sedang menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan oleh PPNS Gakkum LHK dan PPN Dinas Kehutanan Provinsi Jambi di MAKO SPORC KLHK Brigade Harimau di Jambi.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Bestari mengatakan keberhasilan operasi itu berkat dukungan dan sinergitas antara KLHK, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Kepolisian dan TNI.

“Selanjutnya hasil operasi tersebut akan kami tindaklanjuti dengan penyelidikan dan penyidikan bersama dengan Ditjen Gakkum LHK untuk mengungkap pemodal yang membiayai kegiatan pembalakan liar di wilayah tersebut,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Gakkum LHK Rasio Ridho Sani mengatakan, pembalakan liar adalah kejahatan yang luar biasa. Kejahatan itu menyebabkan banyak kerugian bagi negara dan masyarakat, baik kerugian ekonomi maupun ancaman bencana ekologi seperti banjir, longsor, kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...