Siapa Bilang PDIP Tidak Pernah Menang di Sumbar? Ini Faktanya

INT

FAJAR.CO.ID — Kekecewaan Ketum PDIP Megawati, Soekarno Putri, dengan perolehan suara PDIP di Sumatera Barat (Sumbar) pada saat pemilu, sepertinya perlu diluruskan. Faktanya, pada Pilgub 2005, PDIP adalah pemenang di Sumbar.

Ketika itu partai dengan logo banteng moncong putih ini mengusung pasangan calon Gamawan Fauzi-Marlis Rahman. Pada Pilgub itu PDIP berkoalisi dengan PBB.

“Siapa bilang PDIP tidak pernah menang di Sumbar?” kata Andriadi Achmad, selaku Direktur Polititical Communication Studies and Research Centre kepada JawaPos.com (grup FAJAR), Selasa (8/9/2020).

Bahkan ketika itu, Andriadi mengingat, Gamawan Fauzi-Marlis Rahman menang cukup telak di Pilgub Sumbar 2005. Buktinya pada 2009, Gamawan pun didaulat sebagai menteri dalam negeri (mendagri) di kabinet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Andriadi Achmad, menang atau tidaknya, diterima atau tidaknya satu parpol di daerah tergantung tokoh parpol itu sendiri di daerah. Sebab, parpol harus menempatkan kader yang bisa memahami kondisi sosiologis masyarakat setempat. Jika pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 suara Jokowi sangat minim di Sumbar, berarti ada persoalan lain yang dihadapi PDIP.

Sejatinya pada Pemilu 2014, PDIP mendapat dua kursi DPR RI dari Sumbar. Jumlah itu cukup tinggi. Menurut Andriadi, hasil itu merupakan faktor Jokowi. “Banyak pemilih mencoblos PDIP di Pemilu 2014,” katanya.

Jika dilihat dari tingkat kabupaten/kota, PDIP berhasil mengantarkan kadernya sebagai bupati Dharmasraya pada Pilkada 2015. Ketika itu PDIP mengusung Sutan Riska Tuanku Kerajaan-Amrizal Datuak Rajo Medan. Sutan Riska Tuanku Kerajaan adalah kader PDIP.

Komentar

Loading...