Siapa Bilang PDIP Tidak Pernah Menang di Sumbar? Ini Faktanya

Selasa, 8 September 2020 16:48

Megawati Soekarnoputri. (INT)

FAJAR.CO.ID — Kekecewaan Ketum PDIP Megawati, Soekarno Putri, dengan perolehan suara PDIP di Sumatera Barat (Sumbar) pada saat pemilu, sepertinya perlu diluruskan. Faktanya, pada Pilgub 2005, PDIP adalah pemenang di Sumbar.

Ketika itu partai dengan logo banteng moncong putih ini mengusung pasangan calon Gamawan Fauzi-Marlis Rahman. Pada Pilgub itu PDIP berkoalisi dengan PBB.

“Siapa bilang PDIP tidak pernah menang di Sumbar?” kata Andriadi Achmad, selaku Direktur Polititical Communication Studies and Research Centre kepada JawaPos.com (grup FAJAR), Selasa (8/9/2020).

Bahkan ketika itu, Andriadi mengingat, Gamawan Fauzi-Marlis Rahman menang cukup telak di Pilgub Sumbar 2005. Buktinya pada 2009, Gamawan pun didaulat sebagai menteri dalam negeri (mendagri) di kabinet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Andriadi Achmad, menang atau tidaknya, diterima atau tidaknya satu parpol di daerah tergantung tokoh parpol itu sendiri di daerah. Sebab, parpol harus menempatkan kader yang bisa memahami kondisi sosiologis masyarakat setempat. Jika pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 suara Jokowi sangat minim di Sumbar, berarti ada persoalan lain yang dihadapi PDIP.

Sejatinya pada Pemilu 2014, PDIP mendapat dua kursi DPR RI dari Sumbar. Jumlah itu cukup tinggi. Menurut Andriadi, hasil itu merupakan faktor Jokowi. “Banyak pemilih mencoblos PDIP di Pemilu 2014,” katanya.

Jika dilihat dari tingkat kabupaten/kota, PDIP berhasil mengantarkan kadernya sebagai bupati Dharmasraya pada Pilkada 2015. Ketika itu PDIP mengusung Sutan Riska Tuanku Kerajaan-Amrizal Datuak Rajo Medan. Sutan Riska Tuanku Kerajaan adalah kader PDIP.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, merasa heran dengan masyarakat Sumbar yang tidak suka terhadap PDIP. Putri Presiden Soekarno itu mengaku kesulitan untuk memenangkan provinsi dan merebut hati masyarakat Sumbar.

“Kalau saya melihat Sumbar itu, saya pikir kenapa rakyat di Sumbar itu sepertinya belum menyukai PDIP,” ujar Megawati dalam pidato arahan di sela-sela pengumuman calon kepala daerah gelombang V menuju Pilkada Serentak 2020, melalui telekonferensi, Rabu (2/9).

Padahal, kata Mega, sang Ayah sangat dekat dengan dekat dengan tokoh-tokoh nasionalis dari Ranah Minang. “Kalau kita ingat sejarah bangsa, banyak orang dari kalangan Sumbar yang menjadi nasionalis. Yang pada waktu itu kerja sama dengan Bung Karno, seperti Bung Hatta yang sebenarnya datang dari Sumbar,” tambahnya.

Megawati pun meminta kader-kadernya untuk mempelajari dan mencari tahu kenapa PDIP belum bisa menang di Sumatera Barat dan daerah lainnya itu.

“Tugas kita untuk mempelajari mengapa ad‎a daerah-daerah yang belum bisa atau belum mau (PDIP untuk bisa menang-Red). Jadi itulah salah satu bagian dari kerja keras kita (untuk mencari tahu-Red),” katanya.

Di tempat lain, Gamawan Fauzi membenarkan dirinya jadi gubernur Sumbar yang diusung PDIP-PBB pada Pilgub 2005. Namun, Gamawan enggan berkomentar lebih jauh. (jpc)

Bagikan berita ini:
3
3
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar