Taati Presiden Xi Jinping, Manajer Restoran Rela Makan Sisa Makanan Pelanggan

Program habiskan makan di piring yang digagas Presiden Xi Jinping membuat sejumlah restoran membuat aturan ketat sebelum memesan makanan. Salah satunya dengan menimbang badan terlebih dahulu (YouTube)

FAJAR.CO.ID, BEIJING — Presiden Tiongkok, Xi Jinping memiliki program terkait ketahanan pangan yakni rakyatnya dianjurkan menghabiskan makanan yang ada di piring. Termasuk untuk industri kuliner seperti restoran. Jangan ada lagi limbah makanan atau membuang-buang makanan karena ancaman pandemi Covid-19 dan ancaman krisis pangan sejak banjir besar melanda Tiongkok bulan lalu. Aturan itu dipatuhi pelaku usaha kuliner dan rakyat.

Salah satunya pemilik restoran bernama Lai Sheng Qiang. Dia mengatakan banyak pelanggannya mengundang teman atau kontak bisnis untuk makan di restorannya. Saat momen itu, begitu banyak makanan yang dipesan.

“Saat mereka mengundang seseorang untuk makan malam, beberapa orang merasa mereka harus memesan secara berlebihan untuk membuat kesan yang baik,” katanya seperti di lansir dari The World from PRX.

Dan, kebiasaan itu telah menyebabkan masalah lama limbah makanan. Tiongkok membuang cukup banyak makanan bahkan bisa untuk memberi makan 30 hingga 50 juta orang per tahun, menurut laporan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok dan Dana Margasatwa Dunia di Tiongkok. Kini, pemerintah sedang berusaha mengubah kebiasaan buruk itu.

Arahan dari Presiden Xi Jinping bulan lalu menginstruksikan rakyat Tiongkok untuk berhenti membuang-buang makanan. Program ini disebut Operation Empty Plate.

Tiongkok telah berubah secara drastis dari hari ke hari karena makanan dijatah. Di kota-kota sekitar Tiongkok, banyak orang makan di luar secara teratur dengan keluarga atau rekan bisnis. Untuk generasi yang lebih tua, arahan Xi mengingatkan mereka tentang masa-masa sulit yang mereka alami, yakni ancaman kelaparan hingga Revolusi Kebudayaan. Namun generasi muda sulit mengikuti budaya tersebut.

Komentar

Loading...