APBD Perubahan 2020 Pemprov Sulsel Diestimasi Alami Defisit 5 Persen


FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Junaedi mengatakan APBD perubahan tahun 2020 Pemerintah Provinsi Sulsel diestimasi mengalami defisit 5 persen.

Hal itu lantaran imbas pandemi Covid-19. Dimana Kementerian Keuangan diketahui telah melakukan penurunan atau pembatasan dana transfer ke daerah.

Selain itu, memang saat ini mulai dari Kementerian, Lembaga, sampai Pemerintah Daerah fokus pada penaganan Covid 19.

“Memang kondisinya secara nasional dari kebijakan ibu menteri keuangan ada peleberan devisit tentunya ini dampak covid ada penurunan dana ke daerah, hibah ke daerah sehingga memang tidak bisa dipungkiri nyaris semua daerah mengalami pelebaran devisit,” ucap Junaedi.

Sebelumnya, APBD Pokok 2020 yang ditetapkan Pemprov Sulsel sebesar Rp10,7 triliun. Namun pada perencanaan APBD-P tahun 2020, anggaran yang didorong diproyeksi hanya Rp10,5 T.

Untuk menutupi devisit sebagai dampak pandemi, pihaknya menyiapkan skema pinjaman dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Junaedi mengaku, jumlah pinjaman yang akan diajukan sebesar Rp2,9 triliun. Masing-masing Rp1,9 triliun untuk tahun 2020 dan Rp1 triliun di tahun 2020.

“Ini untuk menggerakkan sektor infrastruktur yang anaggarannya telah direalokasikan untuk penanganan Covid 19 dan yang non infrastruktur,”tuturnya

“Untuk itu agar ekonomi di Sulsel kembali tumbuh kita mencoba menggenjot dari segi infrastruktur untuk kita ajukan pinjaman ke Pemerintah Pusat melalui program PEN,” sambung Junaedi kemudian.

Komentar

Loading...