Bela Puan Maharani, Ini Pernyataan Lengkap Ahmad Basarah

Rabu, 9 September 2020 10:44

Ketua DPP PDIP, Puan Maharani-- (Dery/JawaPos.com)

Lebih jauh Basarah percaya bahwa konstruksi pemikiran dan sikap ideologis seseorang termasuk Puan dipengaruhi oleh latar belakang keluarga dan lingkungan.

Dia mengatakan, Presiden ILC Karni Ilyas sudah menjelaskan di awal acara soal silsilah leluhur Puan dari ibunya almarhum Pak Taufik Kiemas, ayah Puan, maupun ibu Puan, Megawati Soekarnoputri.

“Yang di dalamnya mewakili spektrum kultural bangsa Indonesia dan secara ideologis mewakili spektrum pemikiran kebangsaan dan pemikiran Islam,” katanya.

Karena itu, Basarah menegaskan, narasi yang Puan sampaikan menyebut frasa atau diksi yang menyatakan semoga Sumbar menjadi provinsi yang benar-benar mendukung negara Pancasila dalam satu tarikan napas dengan kalimat bismillahirrahmanirrahim, itu menggambarkan Puan lahir dari kultur keluarga, lingkungan yang membangun paradigma kebangsaan dan Islam.

“Ketika ia menyampaikan pidatonya tanpa teks menyebut kata pancasila dan bismillahirrahmanirrahim, dia sedang menjelaskan kepada rakyat bahwa ketua DPR yang kita miliki ini adalah seseorang yang memiliki konstruksi paradigma pemikiran ideologis kebangsaan dan spiritualitas yang kuat,” kata dia.

Menurutnya, ini menggambarkan bahwa dulu para pendiri bangsa bertemu antara paham nasionalisme dan Islam dalam perspektif menjadi pancasila dengan Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi, Basarah berpendapat seharusnya sebagai bangsa Indonesia mengambil hikmah positif dari peristiwa ini.

“Kita bersyukur seorang Puan Mahrani yang merupakan ketua DPR RI perempuan pertama kalinya yang dimiiliki bangsa Indonesia sejak republik ini berdiri, memiliki paradigma berpikir dan spiritualitas mewakili mainstream bangsa Indonesia yakni kebangsaan dan religiusitas, hal ini Mbak Puan sebagai seorang Muslim,” katanya. (jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
10
3
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar