Bendungan Jenelata Masuk Skala Prioritas, Juga Revitalisasi Danau Tempe

Kondisi Bendungan Bili-Bili di kab Gowa debit airnya masih dibawah normal Sabtu, 4 Januari--TAWAKKAL/FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pembangunan bendungan menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk menjaga produktivitas. Tahun depan, bendungan Jenelata, Karalloe, Pamukkulu, hingga revitalisasi Danau Tempe, juga masuk. Pemerintah ingin menjaga daerah-daerah lumbung pangan di Sulsel.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jarot Widyoko mengatakan, pembangunan bendungan, irigasi, embung, revitalisasi waduk jadi program prioritas tahun depan. Pembangunan bendungan ini untuk menjaga daerah-daerah lumbung pangan di seluruh Indonesia.

Menurutnya, ada 12 bendungan baru. Di Sulsel ada bendungan Jenelata. “Kemudian 43 bendungan yang dilanjutkan pembangunan. Di Sulsel ada bendungan Pamukkulu dan Bendungan Karalloe. Ditambah revitalisasi Danau Tempe tetap berlanjut,” ungkapnya saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI, Selasa, 8 September.

Selain bendungan, pihaknya juga akan membangun dan merehabilitasi sejumlah jaringan irigasi di Sulsel. Di antaranya pembangunan Daerah Irigasi (DI) Baliase di Kabupaten Luwu Utara, DI Gilireng, Kabupaten Wajo. Dua daerah irigasi ini dibangun untuk mendukung bendung Baliase dan bendungan Passeloreng yang konstruksinya sudah rampung.

“Kemudian ada dua daerah irigasi yang direhabilitasi. Yakni; DI Kampili (Kabupaten Gowa) dan DI Bulucenrana (Kabupaten Sidrap),” tuturnya.

Selain itu, sejumlah proyek Ditjen SDA Kementerian PUPR lainnya di Sulsel, seperti pengendalian daya rusak. Misalnya pengendalian atau penanganan banjir yang rentan di beberapa daerah di Sulsel.

Komentar

Loading...