DPRD Gowa Tak Ingin Kecolongan Lagi, Dana Covid-19 Diawasi Ketat

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, GOWA -- Dana Insentif Daerah (DID) Rp12,3 miliar dikucur ke Pemkab Gowa untuk penanganan Covid-19.
Jangan digunakan asal-asalan.

Ketua Komisi IV DPRD Gowa, Ramli Sidik Dg Rewa, mengatakan, tambahan dana dari pemerintah pusat harus tepat sasaran.
Jangan ada lagi penggunaan anggaran asal-asalan.
Masih banyak tenaga kesehatan (nakes) mengeluh belum mendapatkan insentif.

"Tambahan dana untuk penanganan Covid-19
harus dimaksimalkan untuk tenaga kesehatan," kata Ramli, Selasa, 8 September.

Pembahasan penggunaan anggaran nantinya akan dikawal
baik-baik. Tak mau lagi kecolongan. Mengingat, penggunaan anggaran Covid-19 sebelumnya masih belum jelas arahnya. Tenaga medis dan masyarakat banyak mengeluh.
"Dana penanganan Covid-19 ini cukup besar. Semoga tepat sasaran," bebernya.

Demikian halnya dengan Ketua DPRD Gowa, Rafiuddin Raping. Menginginkan penggunaan anggaran Covid-19 yang bersumber dari pemerintah pusat dibahas bersama.

"Memang ada dana insentif daerah untuk penanganan Covid-19. Soal penggunaannya ini nanti akan kita bahas di rapat
bersama TAPD," katanya singkat.

Sementara itu, Plt Sekda Gowa, Kamsinah dan Kepala BPKD, Karim Dania tidak merespon terkait adanya suntikan dana
dari pemerintah pusat. Mereka seolah menghindar untuk dimintai keterangan. (fjr)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan